Thursday, 28 June 2012 17:55    PDF Print E-mail
Fakta dibalik donor darah
Ragam
WASPADA ONLINE

Belum banyak orang yang terketuk hatinya untuk mendonorkan darahnya. Sebagian masih terbelenggu sejumlah mitos yang memunculkan ketakutan-ketakutan tanpa dasar.

Jangan terjebak mitos keliru yang menghalangi Anda berbuat kebaikan untuk orang lain! Kenali kebenaran dari mitos berikut, seperti disampaikan praktisi kesehatan sekaligus aktivis donor darah, dr. Diana Leiwakabessy.

Donor darah membuat tubuh gemuk

Fakta: Tidak benar
Mendonorkan darah tidak akan membuat tubuh menjadi gemuk. Setelah mendonorkan darah, kita memang dianjurkan untuk mengkonsumi banyak makanan. Ini bukan dalam rangka menimbun lemak, tapi untuk mengembalikan cairan dalam tubuh dan volume darah yang sebelumnya didonorkan.

Mendonorkan darah justru akan merangsang tubuh untuk membakar 650 kalori, setara dengan berlari 45 menit di atas treadmill. Jadi faktanya, mendonorkan darah membuat fisik bertambah sehat.

Donor darah membuat pusing

Fakta: Tidak benar
Bagi beberapa orang efek ini timbul bukan karena berkurangnya jumlah darah dalam tubuh, melainkan karena kurangnya kadar oksigen dalam otak. Jika ini terjadi, atasi dengan memperbanyak minum air putih. Sebisa mungkin hindari meminum kopi sebelum donor darah, makan terlebih dahulu dan istirahat yang cukup.

Donor darah membuat tubuh lemas

Fakta: Tidak benar
Mendonorkan darah tidak akan membuat tubuh lemas. Justru akan membuat tubuh menjadi lebih bugar. Munculnya rasa lemas ini biasanya karena usai donor darah Anda langsung terkena paparan sinar matahari, mengemudi kendaraan, atau merokok.
(dat18/ghiboo)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment