Thursday, 21 June 2012 02:44    PDF Print E-mail
2 pulau di Nias dikuasai asing
Warta
WASPADA ONLINE

MEDAN - Komando Daerah Militer I Bukit Barisan mengirimkan tim untuk menyelidiki informasi tentang kepemilikan asing terhadap dua pulau di Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara.

"Saya telah memerintahkan Asintel Kodam I Bukit Barisan Kol Arh Andi Sumangerukka untuk menyelidiki sejauh mana kebenaran informasi itu," kata Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI, Lodewijk F Paulus, hari ini.

join_facebookjoin_twitter  

Sebelumnya, tim reses DPRD Sumut di Kepulauan Nias menemukan adanya pihak asing yang diduga memiliki dua pulau yang berada jauh di lepas pantai. Dua pulau itu adalah Pulau Simalake di Kabupaten Nias Selatan dan Pulau Asu di Kabupaten Nias Barat.

Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewijk F Paulus mengakui jika pihaknya telah mendapatkan informasi mengenai adanya pihak asing yang menguasai dua pulau tersebut.

Karena itu, pihaknya menurunkan tim untuk menyelidikinya dan berkoordinasi dengan Polda Sumut mengenai tindakan yang perlu dilakukan jika menemukan kegiatan ilegal. "Kita selidiki tentang kepemilikan pulau dan kegiatan yang bersifat ilegal,” katanya.

Namun mantan Danjen Kopassus tersebut belum dapat memberitahukan hasil penyelidikannya karena tim yang diturunkan masih bertugas di lapangaan. "Lokasinya cukup jauh dan harus menggunakan kapal. Kami juga mencoba lewat jalur udara," katanya.

Ketika dipertanyakan tentang tindakan yang akan dilakukan, Pangdam belum dapat menjelaskannya karena belum mengetahui kondisi sebenarnya.

Namun, kata dia, jika terjadi tindakan ilegal seperti perjudian dan penggunaan narkoba sebagaimana pemberitaan selama ini, maka pihaknya akan menyerahkan kewenangan penindakan tersebut ke Polda Sumut.

Sedangkan kemungkinan keberadaan pihak asing akan ditinjau dari aspek kepemilikan lahan atau kepemilikan pulau. "Akan kita dari lihat aturan nasional mau pun daerah,” kata Pangdam.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias Selatan dan Nias Barat menyatakan tidak satu pun pulau di kedua kabupaten tersebut yang saat ini dikuasai pihak asing, apalagi sampai dijual kepada warga negara asing.

Bupati Kabupaten Nias Selatan, Idealisman Dachi mengatakan pihaknya sangat menyesalkan adanya pemberitaan yang menyatakan ada pulau di daerahnya yang dikuasai pihak asing.

"Tidak satu pun pulau di wilayah Kabupaten Nias Selatan yang dikuasai pihak asing, yang benar ada warga negara asing membuka usaha untuk mendukung pariwisata di pulau-pulau kecil di Kepulauan Hibala dengan membangun penginapan seperti hotel atau cottage tentunya hal itu jangan langsung disimpulkan sudah dikuasai pihak asing,” ujar Idealisman.

Mantan anggota DPR RI itu mengatakan di banyak daerah bahkan di Kota Medan warga negara asing banyak yang berinvestasi di bidang perhotelan namun sepertinya tidak langsung dinyatakan Medan sudah dikuasai pihak asing.

Pemkab Nias Selatan tandasnya memberikan peluang seluas-luasnya kepada seluruh pihak untuk mendukung pengembangan pariwisata di daerah kepuluan itu termasuk bagi warga negara asing yang berminat untuk berinvestasi di bidang perhotelan.

Hal yang sama juga dikatakan Sekdakab Nias Barat, Zemi Gulo yang menegaskan Pulau Aso di Kecamatan Sirombu hingga saat ini masih termasuk dalam wilayah Kabupaten Nias Barat dan bukan dikuasai pihak asing.

"Tidak ada pulau di Kabupaten Nias Barat yang dikuasai warga negara asing,apalagi sampai membelinya, memang ada warga negara Brasil yang membuka usaha penginapan untuk mengembangkan pariwisata di Pulau Aso,namun bukan berati pulau itu menjadi miliknya,” ujar Zemi.

Kabupaten Nias Barat tandanya memiliki potensi pariwisata yang diminati wisatawan asing seperti di Pulau Aso, dan beberapa wisatawan berminat mengembangkannya dengan membangun penginapan dan sarana pendukung wisata lainnya.

Terkait hal ini, Pangkalan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (Lanal) Sibolga akan mengecek kembali status dua pulau di Nias yakni Pulau Sifika atau Pulau Asu di Kecamatan Pulau-pulau Kecil, Nias Barat dan Pulau Sibaranu di Kecamatan Hibala, Nias Selatan yang diduga dikuasai negara lain.

"Kita akan periksa kembali kedua pulau itu. Apa benar pulau itu telah dikuasai sepenuhnya oleh asing atau bagaimana,” kata Komandan Lanal Sibolga Kapten Laut (P) Letnan Kolonel (Letkol) Ivan Gatot.

Dia mengaku, penguasaan pulau di Indonesia oleh orang asing bukan hal yang baru. Kejadian sama yang terjadi di Nias juga terjadi di kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Pulau di sana (Mentawai) dibeli oleh Warga Negara Asing (WNA) langsung dari warga daerah itu. Oleh warga Negara asing tersebut selanjutnya menguasai dan melakukan pembangunan fisik, karena menganggap sudah kepunyaannya. Sehingga, orang lain tidak boleh leluasa memasuki pulau tersebut.

"Maka untuk yang di Nias, ini akan kita cari tahu seperti apa kepemilikan atas kedua pulau tersebut. Apakah penguasaannya legal atau ilegal,” ungkap Arief.

Dia mengakui, kepemilikan pulau di Indonesia oleh WNA dari sisi keamanan Negara, bisa saja menjadi sebuah ancaman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Terlebih bila penguasaannya ternyata untuk kepentingan negatif semisal pulau tersebut dijadikan sebagai tempat pelatihan teroris. Berbeda jika untuk kepentingannya bisnis dan kepentingan yang lebih positif.

"Sejauh ini, penguasaan pulau yang dilakukan oleh orang asing, kita ketahui masih untuk kepentingan bisnis. Mereka di sana membangun resort atau sejenisnya sebagai tempat untuk memfasilitasi orang-orang terutama WNA yang ingin melakukan selancar," tukas dia.

Sebelumnya pada 2010, dua Pulau di Nias, yakni Pulau Sifika atau Pulau Asu di Nias Barat dan Pulau Sibaranu di Nias Selatan (Nisel) diduga dikelola WNA. Penguasaan kedua pulau tersebut telah berlangsung sejak 2008.

Informasi yang diterima menyebutkan, orang yang yang mengusai Pulau Asu adalah Hendrike dan Alex. Keduanya warga negara Brasil beserta Steve warga Amerika Serikat dan Canna warga Australia.

Sedangkan Pulau Sibaranu di Nias Selatan dikuasai warga negara Australia, hanya nama orang yang dimaksud belum diketahui.

Anggota DPRD Nias Selatan, Hadirat Manao mengatakan di Pulau Sibaranu terdapat tiga unit Hotel milik WNA, semuanya tidak menunjukkan tanda-tanda atau aktivitas yang sifatnya negatif seperti menjadikan lokasi itu sebagai tempat perjudian, maksiat atau hal-hal kriminal lainnya.

Editor: ANGGRAINI LUBIS
(dat06/wol/antara/dbs)




WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment