Thursday, 14 June 2012 18:03    PDF Print E-mail
5 indikator kota layak anak
Warta
SASTROY BANGUN
WASPADA ONLINE


MEDAN - Pemenuhan hak-hak anak adalah salah satu indikator untuk menjadi kota layak anak (KLA). Seorang anak harus mendapat perlindungan dari tindak kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi. Hal ini dikatakan Walikota  Medan Rahudman Harahap, dalam pidato tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Kemasyarakatan Musaddad, mewakili Walikota Medan, saat membuka acara Pembentukan dan Pelaksanaan KLA dan Kelurahan Layak, di Hotel Putra Mulia Jalan Jendral Gatot Subroto Medan, hari ini.

Menurutnya keberhasilan pembangunan anak tidak terlepas dari keberhasilan pelaksanaan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perwujudan kesataraan gender, program dan kegiatan pembangunan anak, selalu diintegrasikan dengan pembangunan kesetaraan gender dan pemberdayaan serta perlindungan perempuan.

Menurutnya Pembangunan KLA  dimaksudkan untuk mengintegrasikan komitmen dan sumber daya manusia yang ada di Kota untuk pembangunan anak secara holistic, integrative dan berkelanjutan serta untuk lebih memperkuat peran dan  kapasitas Pemerintah Kota Medan dalam pembangunan  tumbuh kembang dan perlidungan terhadap anak.

“ Ada 5 indikator yang wajib dipenuhi untuk menjadi Kota Layak Anak (KLA) yaitu, hak-hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga, kesehatan dasar dan kesehjateraan, pendidikan, perlidungan khusus, Pemerintah Kota Medan merespon dengan positif upaya pengembangan Kota Layak Anak  di Kota Medan dan diharapkan dengan dukungan dan kerjasama dari seluruh masyarakat, stake holder dapat mempercepat terwujudnya Kota Medan menjadi Kota Layak Anak,” katanya.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Kota Medan, Abdul Muluk Dalimunthe, selaku ketua panitia Kegiatan, dalam laporannya mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjadikan Kota Medan sebagai Kota Layak Anak , meningkatkan pengetahuan dan wawasan peserta terhadap percepatan Kota Layak Anak dan Kelurahan Layak Anak di Kota Medan.

Kegiatan ini diikuti 120 peserta dari , Kaukus Perempuan Kota Medan, Komoisi B DPRD Kota Medan, Muspika Kecamatan Medan Labuhan,Medan Johor, Medan Timur , Medan Belawan, Medan Amplas, Medan Deli, Medan Marelan dan SKPD terkait lingkup Pemerintah Kota Medan, dilaksanakan  1  hari penuh dengan nara sumber Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan, Anak dan KB Setdaprop Sumatera Utara dan ibu Khairani Siregar konsulta gender dari Universitas Sumatera Utara.

Editor: HARLES SILITONGA
(dat17/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment