Friday, 24 August 2007 07:00    PDF Print E-mail
Hikmah Kemerdekaan
Mimbar Jumat
ImageSaudaraku, betapa pentingnya kita mengambil hikmah kemerdekaan ini. Kemerdekaan dapat diartikan pula agar kita mampu membebaskan diri dari berbagai belenggu yang dapat merusak martabat kita sebagai manusia mulia, karena terjajah oleh sesuatu selain Allah. WASPADA Online
Saudaraku, betapa pentingnya kita mengambil hikmah kemerdekaan ini. Kemerdekaan dapat diartikan pula agar kita mampu membebaskan diri dari berbagai belenggu yang dapat merusak martabat kita sebagai manusia mulia, karena terjajah oleh sesuatu selain Allah.

Saudaraku, sudah enam puluh dua tahun bangsa Indonesia merdeka. Dalam hal ini, tentu sudah sepantasnya kita bersyukur kepada Allah atas nikmat kemerdekaan yang dikaruniakan-Nya. Tidak bisa kita mungkiri bahwa kemerdekaan tersebut tidak lepas dari perjuangan para pahlawan.

Sungguh, salah satu ciri bangsa yang pandai bersyukur adalah pandai menghargai jasa para pahlawannya. Bangsa yang pandai bersyukur mampu pula mengoreksi dan memperbaiki dirinya, serta saling berlomba menggapai ampunan dan rida Allah. Tidak mudah memang, tapi sebagai bangsa kita harus berjuang, mulai dari diri kita untuk mensyukuri nikmat yang telah kita terima. Lalu, seperti apakah hidup merdeka itu? Nah, dalam uraian ini secara sederhana, insya Allah akan kita paparkan mengenai hidup merdeka.

Kemerdekaan dapat kita nikmati pula jika kita dapat menghindari penjajahan dalam diri kita, misalnya dalam bentuk amarah. Kita harus berjuang sungguh-sungguh untuk melatih diri menjadi seorang yang dapat mengendalikan amarah, melatih diri untuk tidak mudah tersinggung, melatih diri untuk mudah memaafkan dan memaklumi keadaan orang lain, bahkan kalau bisa latih diri kita untuk membalas dengan kebaikan kepada orang-orang yang khilaf berbuat keburukan kepada kita. Insya Allah hidup ini lebih ringan dan bermartabat jika kita mampu melakukannya.

Penjajahan lain yang sering mempengaruhi kehidupan kita, jika kita terbelenggu oleh cinta. Cinta tentunya dapat memperindah dan menghiasi hidup kita. Tapi kita lihat juga ada orang yang terjerumus ke dalam lembah nista dan perbuatan-perbuatan yang hina justru karena cinta. Tentu cinta buta yang membuat tidak bisa melihat kebenaran. Waspadalah saudaraku, jatuh cinta ibarat memasuki sebuah pusaran air, kalau tidak hati-hati semakin cinta semakin membelenggu, semakin hanyut, berkurang rasa malu, dan membaranya nafsu yang akhirnya menyengsarakan dunia dan akhirat.

Sahabatku yang baik, semakin banyak kita bergantung kepada sesuatu, maka kita akan takut kehilangan sesuatu itu. Seperti orang yang bersandar di kursi maka ia akan takut kursinya diambil. Tetapi bergantunglah kepada Allah, itulah yang akan memuaskan, karena Allah menggenggam segala yang kita butuhkan.

Allah Maha Tahu masalah kita, Allah Maha Tahu segala jalan keluar dari kesulitan kita dan Allahlah yang kuasa atas segala-galanya. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Ath-Thalaq/65 ayat: 2-3 yang artinya: ... Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.

Saudaraku keyakinan kepada Allah jangan pernah mengurangi ikhtiar kita, itulah orang-orang yang akan menikmati kemerdekaan dalam hidup ini. Sehingga Akhlak kita menjadi mulia dan indah jika setiap perilaku kita bisa menjadi amal shaleh yang menjadi bekal kebahagiaan dunia dan menjadi bekal perjumpaan dengan Allah SWT. Sekali merdeka tetap merdeka. Sekali menjadi hamba Allah selama-lamanya hanyalah untuk mengabdi kepada Allah. Wallahu a'lam bish showab
(wns)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment