Wednesday, 14 March 2012 17:20    PDF Print E-mail
Mantan Wadir Narkoba dijatuhi 4 sanksi disiplin
Warta
SASTROY BANGUN
WASPADA ONLINE


MEDAN - Mantan Wadir Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut),  AKBP Aprianto Basuki Rahmat,  yang diduga terlibat dalam kasus dugaan narkoba jenis Happy Five di D'Core Paramount Jalan Merak Jingga Medan, pada tanggal 12 Februari 2012 lalu, akhirnya dijatuhi 4 sanksi disiplin setelah terbukti melanggar disiplin kepolisian, karena keberadaanya di tempat tersebut.

Sidang disiplin terhadap AKBP Aprianto, hingga tadi sore, di gedung Propam Polda Sumut. Pimpinan  sidang disiplin tersebut dipimpin oleh, Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo-SDM) Polda Sumut, Komisaris Besar Polisi  Cahyono Prawoto, dan didampingi oleh AKBP Rumida S (staf Itwasda-red) dan AKBP. Yulmartry H (dari Paminal-red). Sementara itu,  pendamping tersangka, AKBP Didik MH (Bidkum-red),  Penuntut Umum AKBP. S. Ginting (Kasubbid Provoost-red).

Sidang yang berlangsung secara tertutup tersebut,memutuskan dan memberikan 4 sanksi kepada AKBP Aprianto, yakni Demosi ( Pemindahan tugas tanpa jabatan), Tunda pangkat selama 2 periode, Penempatan khusus selama  14 hari, dan yang terakhir adalah dibebaskan dari tugas.

Hal ini diputuskan oleh pimpinan sidang dikarenakan adanya keterlibatan AKBP Aprianto dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

Kabid Propam Polda Sumut,  AKBP Iwan Prasodjo, saat ditemui menjelaskan, jalanya sidang disiplin ini menghadirkan 6 orang saksi. Yakni, 3 saksi yakni 3 tersangka lainya, 2 saksi anggota Dit Narkoba Polda Sumut, dan 1 orang saksi lainya adalah PNS yang bertugas di Dit, Narkoba.

Iwan mengaskan, bahwa sidang kasus disiplin ini tidak sampai melakukan pemecatan terhadap mantan wadir narkoba tersebut.

" Yah tidak sampai dilakukan pemecatan, kalau sanksi terberatnya adalah penempatan dalam tempat khusus selama 21 hari." ujar Iwan Prasodjo.

Selain itu, menurut Iwan, pelanggaran disiplin yang dimaksudkan adalah, dia (Aprianto-red) berada di tempat hiburan malam tanpa surat tugas.

Ditanya, apakah keterlibatan Aprianto dalam kasus narkoba merupakan agenda sidang disiplin ini, Kabid Propam Poldasu ini mengatakan semua nanti akan berkembang, namun dalam sidang disiplin tidak ada pidanya. Menurut Iwan, bila nanti dalam sidang disiplinya pertanyaan pemimpin sidang berkembang, dan mereka yakin adanya keterlibatan Aprianto dalam kasus tersebut, hal ini akan dapat menambah hukuman Aprianto.

" Pertimbangan hasil pemeriksaan sebelumnya di Dit. Narkoba, tetap akan dijadikan acuan," jelasnya.

Diakhir penjelassanya Iwan Prasodjo menegaskan, bahwa sampai dengan saat ini tidak ada laporan dari AKBP Aprianto ke Propam Polda Sumut, terkait dengan ketidakpuasanya terhadap hasil tes urine, seperti yang diberitakan sebelumnya.

"Sampai  saat ini tidak ada laporan masuk ke Propam" pungkasnya.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI
(dat06/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment