Monday, 12 March 2012 08:44    PDF Print E-mail
Inilah partai pilihan hasil survei LSI
Warta

WASPADA ONLINE

JAKARTA - Survei terbaru Lembaga Survei Indonesia yang dirilis tadi malam, menyebutkan 11 partai politik pilihan rakyat apabila pemilu legislatif digelar ‘hari ini.’ ‘Hari ini’ yang dimaksud di sini adalah waktu pelaksanaan survei, yakni 25 Februari-5 Maret 2012.

Berikut 11 parpol yang dipilih oleh 2.418 responden survei LSI sebagai sampel yang mewakili seluruh warga negara Indonesia di 33 provinsi yang ada di negeri ini:

1.    Golkar        17,7 persen
2.    PDIP          13,6 persen
3.    Demokrat   13,4 persen
4.    NasDem       5,9 persen
5.    PKB             5,3 persen
6.    PPP             5,3 persen
7.    PKS             4,2 persen
8.    Gerindra      3,7 persen
9.    PAN             2,7 persen
10.  Hanura        0,9 persen
11.  Nasrep        0,5 persen

Berdasarkan hasil survei itu, perolehan suara Partai Golkar menempati urutan teratas, sementara NasDem yang notabene merupakan partai baru secara mengejutkan berhasil menyodok ke jajaran partai tengah melewati PKB, PPP, bahkan PKS yang pada Pemilu Legislatif 2009 lalu berada di posisi keempat.

Terkait Partai Demokrat, partai pemenang Pemilu 2009 yang pada survei LSI itu jatuh ke posisi ketiga, Direktur Eksekutif LSI Dodi Ambardi mengatakan Demokrat belum pulih dari berbagai isu yang belakangan ini menyasar partai dan jajaran pengurus mereka.

Pada kesempatan yang sama, peneliti LSI Burhanuddin Muhtadi menjelaskan saat ini terjadi fenomena turunnya elektabilitas sejumlah partai politik. Hal ini terutama melanda partai-partai menengah.

Burhanuddin berpendapat, fenomena itu tak lepas dari tingginya angka swing voter (pemilih yang tidak terikat partai dan belum menentukan pilihannya) di Indonesia. Angka swing voter di Indonesia saat ini mencapai bahkan 80 persen.

“Swing voter mencapai 8 dari 10 pemilih, atau 80 persen. Akibatnya banyak pemilih “galau” di Indonesia,” ujar Burhanuddin. Banyaknya pemilih “galau” itu, imbuhnya terlihat dari tiga parpol berbeda yang memenangi pemilu di Indonesia pasca reformasi 1998 silam.

Pemilu 1999 dimenangi oleh PDIP, Pemilu 2004 dimenangi oleh Golkar, sementara Pemilu 2009 dimenangi oleh Demokrat. “Ini mengakibatkan Indonesia kerap dilanda ‘gempa tektonik’ elektoral setiap Pemilu,” ucap Burhanuddin.

Keberadaan swing voter ini, jelas Burhanuddin, tak lepas dari peran media, khususnya televisi. Ini karena perilaku pemilih tidak berbeda jauh dengan perilaku konsumen.

Survei LSI ini dilakukan lewat wawancara tatap muka dengan 2.418 responden. “Responden dipilih secara random dengan prosedur multistage random sampling. Responden terpilih lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Satu pewawancara bertugas untuk satu desa/kelurahan yang terdiri hanya dari 10 responden,” terang Dodi.

Populasi survei itu sendiri mencakup seluruh warga negara Indonesia di 33 provinsi di seluruh Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Margin of error dalam survei ini sekitar 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara acak terhadap 20 persen dari total responden, dan dilakukan oleh supervisor yang kembali mendatangi responden terpilih untuk mengecek kebenaran jawaban yang mereka berikan. Dalam quality control ini, menurut Dodi, tidak ditemukan kesalahan berarti.
(dat03/viva)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment