Thursday, 01 March 2012 12:04    PDF Print E-mail
Gatot: Ada gejala penyakit sosial dalam masyarakat
Warta
INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE

MEDAN - Peran tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat dibutuhkan untuk menyembuhkan penyakit yang ada di tengah masyarakat. Sebab, sudah ada gejala penyakit sosial di tengah masyarakat saat ini. Gampangnya masyarakat tersulut, seperti pembakaran dua orang yang terjadi di Desa Gugur Rimbun Pancur Batu, Deliserdang  baru-baru ini, menjadi salah satu indikasi.

Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho sebelum membuka Rakorda Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sumut, di Asrama Haji Medan, baru-baru ini

“Gejala ini harus didiagnosa secepatnya. Jangan sampai kemudian menjadi sebuah penyakit yang akut karena terlalu lama tidak didiagnosa sehingga menjadi sebuah penyakit sosial yang nantinya sulit untuk mengobatinya. Dan tentunya, kita sebagai masyarakat Sumut tidak menginginkan itu. Makanya peran tokoh masyarakat, khususnya tokoh agama melalui peran FKUB Sumut sangat dibutuhkan untuk mengobati feonomena yang terjadi di masyarakat sekarang ini, yakni semakin kristis,” kata Gatot.

Gatot menuturkan, dengan peristiwa yang terjadi di Pancurbatu itu, meski informasi itu masih simpang siur, masyarakat begitu gampang tersulut. “Kalau kita telusuri ini, pertanyaannya apakah masyarakat kita sedang sakit, karena begitu mudah menciptakan opini, yang sementara informasinya perlu dicek kebenarannya. Jadi apa yang kami sampaikan ini menjadi sebuah pemikiran, bahwa ada persoalan sosial di tengah-tengah masyarakat, dan ini harus jadi perhatian semua pihak serta harus diantisipasi,” ujarnya.

Secara umum, kata Gatot, semua masyarakat Sumut harus bersyukur karena tidak mudah terpancing dengan kondisi-kondisi berbau SARA. Walaupun saat ini ada sebuah persoalan yang sudah menggeliat di tengah-tengah masyarakat.  Mestinya, lanjut Gatot, suasana yang sudah aman ini harus kita jaga dan dipupuk terus dan menjadi modal membangun Sumut kedepan yang mandiri.

“Apalagi Sumut dikenal sebagai miniaturnya Indonesia. Tentu dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi saat ini, kami sangat berharap FKUB akan menjadi garda terdepan untuk membangun kebersamaan di Sumut," tuturnya.

"Saya juga akan menyurati para kepala daerah kabupaten/kota di Sumut agar dana untuk kegiatan FKUB dianggarkan dalam APBD masing-masing kabupaten/kota. Sebab konteksnya FKUB itu justru membantu kepala daerah untuk membangun kebersamaan dalam keberagaman,” tandas Gatot yang mengharapkan peristiwa terkait SARA, maupun yang terjadi seperti di Pancurbatu tidak terulang lagi di Sumut.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI

(dat18/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment