Friday, 27 January 2012 16:04    PDF Print E-mail
500 pasutri ikuti program inseminasi
Warta
WASPADA ONLINE

MEDAN - Sedikitnya 300 sampai 500 pasangan suami istri per tahunnya di Sumut,  mengikuti program inseminasi untuk memperoleh keturunan. Program ini dilakukan karena  munculnya permasalahan mengenai ketidaksuburan, baik dialami istri maupun suami.

“Ada beberapa faktor penyebab ketidaksuburan, untuk perempuan karena adanya masalah pada indung  telur yang tidak berkualitas atau kualitas sel telurnya semakin menurun, ada masalah di  saluran tuba, rongga perut yang menderita penyakit kista dan adanya tumor di dinding rahim  seperti polip atau infeksi lainnya,” kata dokter kandungan RSIA Stella Maris dr. Binarwan Halim, hari ini.

Menurut Binarwan, sedangkan permasalahan yang dialami kaum pria, karena adanya infeksi dan  varises di testis, sehingga tidak mampu memproduksi sperma. “Untuk normalnya, jumlah sperma 20  juta, tapi karena tidak mampu memproduksi sperma, maka jumlah spermanya dibawah 5 juta. Bagi  lakilaki mudah untuk memeriksanya, cukup dengan analisis sperma. Tapi, bagi perempuan perlu  banyak pemeriksaan,” katanya.

Mengenai program inseminasi ini, dia berharap menjadi unggulan di Sumatera Utara, sehingga bisa  menarik pasien dari luar negeri. “Kita bisa menarik perhatian luar negeri. Di sini, selain biaya  murah, kualitas juga baik. Jadi, kalau ada orang luar negeri yang ingin mengikuti program  inseminasi ini, agar diberi kemudahan untuk memperoleh izin tinggal sementara dan adanya  kemudahan penginapan dengan biaya terjangkau,” sebutnya.

Sementara itu, kondisi bayi kembar empat hasil program inseminasi yang dilakukan pasutri Jon  Piter Manik, 38, dan Sonta Ria Nababan, 39, penduduk Jln. Penerbangan Tani Baru I Medan, di  RSIA Stella Maris cukup sehat. “Tidak ada yang berada didalam inkubator karena semuanya sehat,”  ujarnya.

Mengenai jadwal kepulangannya dari rumah sakit, dia mengaku menunggu persetujuan dari dokter.  “Tentang kepulangan tergantung dokter dan menunggu istri saya benarbenar sehat dulu. Memang,  kondisi istri saya sudah pulih, sudah bisa makan dan ngobrol,” katanya.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI
(dat06/wol/waspada)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment