Wednesday, 18 January 2012 09:03    PDF Print E-mail
RS Columbia Asia dilaporkan ke DPRD Medan
Warta
SASTROY BANGUN
WASPADA ONLINE


MEDAN - Rumah Sakit Columbia Asia Medan (RSCAM) Jalan Listrik Medan dituding telah melakukan tindakan semena-mena kepada karyawannya,  Rohana Kristina Sianturi yang bekerja di bagian customer care departemen sebagai manager  kemudian dipindahkan sebagai penanggung jawab ruang rawat inap.

Proses pemindahan ini dinilai semena-mena dikeranakan tanpa pemberitahuan dan tanpa adanya surat teguran. Selain dipindahkan ke bagian yang lebih rendah, Rohana juga mengalami pengurangan gaji.

Dalam laporannya hari ini,  ke Komisi B DPRD Medan, dirinya merasa dilanggar hak-hak sebagai tenaga kerja di RSCAM.

Dimana pada  Kamis 22 Desember 2011, melalui surat yang tertanggal 21 Desember 2011 dengan nomor surat Ref No 682/HRD-RSCAM/INT/XII/II , memerintahkan  transfer  sebagai penanggung jawab ruang rawat inap.

Diakuinya, pemberitahuan tersebut dinilai telah melanggar undang-undang ketenaga kerjaan dikarenakan proses tersebut tidak lebih dulu diberitahukan serta tanpa adanya ketentuan-ketentuan seperti surat teguran dan surat  peringatan.

Selain itu, yang menjadi keberatan Kristina  gaji yang semula diterimanya sebagai manager yakni sebesar Rp4.021.601 dengan rincian gaji Pokok Rp910.921, tunjangan transfortasi dan uang makan Rp600.000, tunjangan kinerja individu Rp489.080, tunjangan jabatan Rp2000.000.

Namun, gaji tersebut kemudian dikurangi Rp1.021.601 setelah dirinya dipindahkan kebagian penanggung jawab di ruang rawat inap dengan total gaji Rp3000.000, dengan rincian gaji pokok Rp910.921, tunjangan trasfort Rp240.000, tunjangan uang makan Rp240.000, tunjangan kinerja Rp1.309.079 serta tunjangan jabatan Rp300.000.

Kepada DPRD Medan Kristina meminta RSCAM mengembalikan jabatannya dan mengembalikan gajinya ke semula dikarenakan yang dilakukan RSCAM Asia tanpa adanya sebab yang jelas.

Terkait persoalan ini, Anggota DPRD Medan Muhammad Yusuf mengakui pihaknya telah melakukan mediasi kedua belah pihak di DPRD Medan dan meminta RSCAM untuk memenuhi keinginan Kristina.

"Kita menyadari proses di internal perusahaan adalah hak perusahaan, namun begitu seharusnya pihak perusahaan melakukan komunikasi dengan pekerjanya tidak lantas semena-mena melakukan tindakan tersebut," ungkapnya kepada wartawan.

Yang menjadi pertanyaan juga, kenapa pihak RSCAM  tidak memberitahukan alasan-alasan yang menyebabkan seorang pekerjanya harus diturunkan dari pangkatnya serta dikurangi gajinya. "Ini juga yang tidak dilakukan mereka dan tentunya menjadi pertanyaan kita," ungkapnya.

Diakui politisi PPP Kota Medan ini, semula pihaknya juga merasa heran, mengingat kinerja Kritina di RSCAM sangat baik dan berprestasi. "Jadi saya juga tidak habis pikir, pengabdian Kristina di RSCAM tersebut sudah belasan tahun dan bekerja dengan baik. Itu diakui pihak RSCAM sendiri, namun yang menjadi bingung kenapa pekerja yang sangat baik tersebut tiba-tiba di turunkan tanpa pemberitahuan," ungkapnya seraya mengatakan kalau dirinya bersama anggota DPRD yang lain sempat keheranan.

Setelah didesak Komisi B DPRD Medan, pihak RSCAM akhirnya menyanggupi untuk tetap memberikan gaji Kristina sesuai dengan gaji yang diterimanya semula. "Mereka baru akan menyanggupi gajinya dikembalikan ke posisi semula. Namun untuk jabatannya, DPRD meminta pihak RSCAM untuk memusyawarahkannya kembali dengan Kristina," ungkap Yusuf.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI
(dat15/wol
)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment