Monday, 19 December 2011 16:03    PDF Print E-mail
UMK Kota Medan belum maksimal
Warta
WASPADA ONLINE

MEDAN – Penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Medan sebesar Rp 1.285.000 pada tahun 2012 dinilai  belum dapat mensejahterakan para pekerja di Kota Medan .pasalnya,UMK tersebut tidak sebanding dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kota Medan yang masih memprihatinkan.Ditambah lagi, di tahun 2012 pemerintah akan menarik subsidi bahan bakar minyak (BBM).

“UMK pada tahun 2012 nanti masih belum layak dalam menyejahterakan buruh yang sangat berperan dalam mendukung roda perekonomian di Kota Medan.Ditambah lagi dengan pergeseran harga kebutuhan pokok yang semakin tinggi pada tahun depan.

Kita tahu ini merupakan pilihan sulit yang harus dihadapi di tahun 2012. Begitupun upah yang layak haruslah didapati oleh pekerja dalam upaya menyambung hidup dan perusahaan harus memenuhi itu,”ucap pengamat ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU),Wahyu Aryo Pratomo.

Ia mengatakan ,sulitnya penerapan upah tinggi tidak terlepas dari sistem yang ada di Kota Medan.Sebagai contoh,sulitnya pengurusan perizinan menjadi pemicu tingginya cost perusahaan itu. Belum lagi, biaya produksi yang tinggi juga pemicu sulitnya perusahaan membayar upah yang tinggi.

“Keluhan perizinanlah yang sering dikeluhkan para pengusaha. Hal ini menjadi pemicu kenapa pengusaha kesulitan menaikkan upah para pekerjanya. Untuk itu, Pemerintah Kota Medan harus tanggap hal ini, dengan memberikan kemudahan perizinan kepada perusahaan sehingga upaya mensejahterakan pekerja terbantu,”ucapnya.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI
(dat06/wol/OB)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment