Tuesday, 06 December 2011 16:05    PDF Print E-mail
Kuala Namu masih terkendala
Warta
WASPADA ONLINE

MEDAN – Pembangunan Bandara Kuala Namu terus dikebut. Setelah Menhub EE Mangindaan meninjau lokasi proyek Rabu (30/11), para pihak terkait menggelar rapat koordinasi penyelesaian bandara baru tersebut di Swiss Bel Hotel Medan, kemarin.

Dalam rapat yang dipimpin Deputi Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Tirta Hidayat dan dihadiri Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Herry Bakti, Komisaris Utama Angkasa Pura (AP) II Herman Prayitno, Sekretaris Daerah (Sekda) Deliserdang Azwar, dan sejumlah perwakilan instansi terkait itu didapatkan kesimpulan bahwa semua pihak sepakat agar Bandara Kuala Namu bisa selesai dan beroperasi akhir 2012.

Operasional dilakukan tanpa menunggu pembangunan akses jalan tol ke bandara internasional tersebut. “Semua masalah yang masih menjadi kendala akan diselesaikan. Kita masih punya waktu satu tahun ini untuk menuntaskan itu.Semuanya berkomitmen Bandara Kuala Namu bisa beroperasi akhir 2012,” kata Herry Bakti usai pertemuan itu. Menurut dia,persoalan yang paling kuat dalam pembangunan Bandara Kuala Namu adalah pembebasan lahan saja.

Namun,kata Herry,masalah ini terjadi juga di daerah lain.“Tapi tadi sudah sepakat itu akan segera diselesaikan.Semuanya berupaya agar Kuala Namu segera beroperasi, ”bebernya. Dia mengatakan, untuk akses jalan tol ke Bandara Kuala Namu memang tidak akan terkejar untuk diselesaikan. Namun, akses jalan arteri dan akses kereta api (KA) bandara akan dikebut.“Untuk tol akan dikerjakan menyusul.

Yang ingin kita percepat adalah akses jalan arteri (non-tol) dan jalur KA,”ungkapnya. Deputi Setwapres Tirta Hidayat menambahkan,mundurnya jadwal penyelesaian Bandara Kuala Namu ini disebabkan persoalan lahan di luar bandara,sebagai akses ke Kuala Namu. Selain itu, lahan di kawasan bandara juga membutuhkan penanganan khusus karena tekstur tanahnya turun.

“Pembebasan lahan itu akan segera dituntaskan sesuai aturan yang ada,”tukasnya. Menurut Tirta, dengan persoalan yang masih ada, maka target pengoperasian Bandara Kuala Namu yang paling realistis adalah akhir 2012.Sebab, perkembangan yang ada saat ini sudah mencapai 70% dan hal-hal kecil yang menyertainya bisa segera dituntaskan. “Apa pun bentuknya, apakah soft opening,kami berharap akhir 2012 sudah beroperasi. Untuk akses ke sana,PT Kereta Api sudah menyatakan siap menuntaskan.

Begitu juga dengan akses non-tol. Sementara untuk jalan tol, karena lebih rumit akan dibuat menyusul. Tapi sebenarnya, lewat jalur non-tol dan KA saja, sudah bisa melayani masyarakat dan operasional bandara akan lancar,” bebernya. Dalam rapat tersebut juga mencuat soal tata ruang wilayah di sekitar bandara.

Tirta berharap, tata ruang bandara ini dimasukkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sumut dan RTRW Kabupaten Deliserdang.“Kawasan sekitar bandara itu harus memperhatikan keselamatan dan keamanan penerbangan. Jangan sampai mengganggu aktivitas di bandara,”katanya.

Menyahuti ini,Kepala Seksi Perhubungan Badan PerencanaandanPembangunanDaerah (Bappeda) Sumut Haris Lubis menegaskan, pihaknya sudah menyiapkan tata ruang sekitar bandara itu dalam RTRW Sumut. Saat ini, prosesnya masih dalam tahap finalisasi di DPRD Sumut.“Nanti akan kami coba koordinasi dengan RTRW Deliserdang. Semuanya sudah masuk dalam draf RTRW itu,” ungkapnya.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI

(dat06/sindo)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment