Sunday, 06 November 2011 21:32    PDF Print E-mail
Keadilan sosial hanya slogan
Warta

WASPADA ONLINE

JAKARTA – Kondisi keadilan sosial dalam struktur masyarakat sangat memprihatinkan karena jurang perbedaan antara kaya dengan miskin sangat lebar. Ini yang bisa mengancam integrasi sosial antara masyarakat, bahkan menimbulkan disintegrasi bangsa bila tidak segera diatasi.

Demikian diungkapkan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelva, hari ini di Jakarta. "Kondisi kemiskinan kebodohan dan keterpinggiran tidak semata-mata karena kemalasan dan kebodohan masyarakat yang miskin dan lemah, tetapi lebih karena persoalan struktural dan ketidakberdayaan," kata mantan anggota DPR periode 1999-2004 dari Partai Bulan Bintang (PBB) itu.

join_facebookjoin_twitter 

Oleh karena itu, kata dia, tidak ada cara lain untuk membebaskan kemiskinan, kecuali memulai mencerdaskan, menyadarkan serta memberdayakan masyarakat. Hal ini bisa dilakukan dengan kebijakan negara yang yang memihak.

"Negara tidak boleh membiarkan rakyat miskin bertarung sendiri untuk mencapai tingkat kesejahteraan tanpa negara melakukan pemberdayaan dan pemihakan kebijakan," tegas Hamdan.

Tetapi, negara harus mencerdaskan seluruh anak bangsa dan negara harus membantu serta membuat kebijakan yang memihak agar rakyat miskin dapat mengubah nasibnya untuk dapat berkehidupan yang layak. Keadilan sosial tidak dapat ditegakkan tanpa intervensi negara.

Ia menambahkan, ketidakadilan sosial sangat membahayakan bagi kondisi dan integrasi sosial, bahkan sangat berbahaya bagi kestabilan dan kedamaian bangsa dan negara.
 
"Ketidakadilan sosial melahirkan berbagai bentuk kejahatan seperti perampokan, pemaksaan kehendak, perlawanan terhadap aparat hukum serta bentuk kekerasan lainnya," katanya.

Bagi bangsa Indonesia, kata Hamdan, prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai salah satu dasar negara, yakni sila kelima dari Pancasila. Dengan prinsip ini, negara tidak boleh membiarkan masyarakat yang lemah baik secara ekonomi, sosial dan budaya untuk mendapatkan ketidakadilan karena keterbatasan dan kelemahan.

"Mereka yang lemah tidak boleh dibiarkan bersaing bebas dengan mereka yang secara ekonomi dan kekuasaan kuat," ucapnya.

Editor: IMANIURI SILABAN
(dat03/antara)




WARTA KARTUN HARI INI

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment