Tuesday, 25 October 2011 18:22    PDF Print E-mail
Disnaker pungli warga buat kartu kuning
Warta
SASTROY BANGUN
WASPADA ONLINE

KISARAN - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, diduga melakukan pungutan liar (pungli) kepada masyarakat yang hendak mengurus kartu kuning. Harganya berpariasi antara Rp5 hingga Rp20 ribu per kartu. Padahal, kartu kuning diberikan kepada masyarakat yang melamar kerja tidak dipungut biaya alias gratis.

Iwan (35), salah seorang warga Kisaran, mengaku membayar kartu kuning Rp20 ribu kepada petugas Disnaker. Dimana uang itu diminta dengan alasan untuk leges atau upah mengetik. "Kalau uang itu tidak saya berikan, tentu saja kartu kuning ditahan mereka dengan berbagai alasan," kata Iwan, tadi sore.

Menyikapi hal ini, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja,  Zulkarnain, mengatakan tidak mengetahui adanya kutipan liar untuk pembuatan kartu kuning. Namun, kalau uang itu diberikan warga secara cuma-cuma kepada petugas, itu lain cerita. Karena, kutipan uang tidak diberlakukan dalam semua pengurusan," ujarnya.

Disnaker, katanya, tidak ada mematokan sejumlah uang kepada masyarakat yang akan membuat kartu kuning. Karena, pembuatannya digratiskan tanpa terkecuali.

Terpisah, aktivis mahasiswa Asahan, Halim Saragih, mengaku kecewa dan menyesalkan kinerja birokrasi yang bekerja Disnaker itu. Pasalnya, semua PNS yang bekerja di sana merupakan pegawai yang sudah digaji pemerintah, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Namun, bukan bekerja untuk melakukan pungli kepada masyarakat yang butuh bantuan mereka. Akan tetapi memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa pamrih atau mengharapkan imbalan," tandasnya.

Editor: SUWANDI
(dat14/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment