Friday, 30 September 2011 10:54    PDF Print E-mail
RI kehilangan jati diri
Warta
WASPADA ONLINE

DENPASAR- Nilai-nilai Pancasila yang semakin tergerus dari waktu ke waktu menunjukkan bahwa Indonesia semakin kehilangan jati diri sebagai bangsa yang jujur, bermoral dan beretika. Penilaian itu dikemukakan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman.

“Tidak ada rasa saling percaya, menghargai, dan saling pengertian antara pemimpin dan rakyat, antara sesama masyarakat, sehingga muncul public distrust,” ujarnya.

Kondisi itu juga terlihat, kata Irman, dalam konteks etika dan tanggung jawab para penyelenggara negara. “Wujudnya dengan munculnya berbagai kasus korupsi, suap dan penyalahgunaan kekuasaan.”

Sikap egoistis yang dikedepankan menjadi penyebab utama terkikisnya nilai-nilai moral dan jati diri bangsa Indonesia. Ditambah lagi, ketatnya kompetisi pasar bebas yang mengancam integrasi sosial dan integrasi nasional bangsa.

“Budaya dan karakter bangsa Indonesia terancam berubah menjadi nilai-nilai liberalis-materialis, intoleran, individualis, hedonis, elitis dan eksploitatif akibat kita tidak mampu melakukan filterisasi atas dampak buruk globalisasi,” tuturnya.

Karena itulah, nilai-nilai yang menginternalisasi menjadi karakter bangsa sangat diperlukan untuk membangun manusia Indonesia yang seutuhnya dalam menghadapi tantangan.

“Ketiadaan karakter membuat kita terobamb a,bing, dan mengikis nilai-nilai luhur yang telah dikonsepsikan para pendiri bangsa kita,” tukasnya.

Editor: ANGGRAINI LUBIS
(dat15/media)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment