Monday, 04 July 2011 12:39    PDF Print E-mail
Aek Latong diminta segera rampung
Warta
WASPADA ONLINE

MEDAN -Pasca jatuhnya satu unit Bus PT Antar Lintas Sumatera (PT ALS) di Aek Latong Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli selatan yang menelan korban jiwa 19 orang dari sejumlah penumpang yang selamat yang terjadi sekira dini hari, Senin (27/6). Akibat kejadian itu kecaman dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah menyesalkan sopir dan pemilik bus yang diduga lalai.

Hingga Selasa (28/6) evakuasi terakhir dilakukan oleh Tim evakuasi di telaga tempat jatuhnya bus dengan kedalaman telaga itu dari permukaan jalan sekira 7 meter. Korban terakhir, Siti Rahayu,30, diketahui warga Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang telah dievakuasi oleh petugas, dua alat berat dikerahkan untuk mengangkat satu unit bus ALS yang tercebur ke telaga itu.

Menurut Wakil Ketua DPRD  Sumatera Utara, Sigit Pramono Asri, mengatakan pengalihan jalan Aek Latong sekira 2,9 kilometer harus segera dirampungkan untuk menghindari kejadian serupa. Dia mengakui sangat prihatin akan kondisi jalan seperti yang tak bertuan itu.

''Kita benar-benar dan sungguh sangat prihatin atas kondisi jalan ruas Aek Latong, ruas itu yang sekarang sekira 1,1 kilometer sudah tidak layak lagi dilalui kendaraan yang melintas di sana. Selain itu kita sangat mengharapkan ruas jalan yang baru dibuka itu sekira 2.9 kilometer agar segera dirampungkan oleh  Balai Jalan Nasional melalui kontraktrornya'', tegas Sigit yang merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Utara.

Selain itu papar Sigit, kondisi pengerjaan ruas jalan tersebut selalu kami awasi melalui Dinas Jalan dan Jembatan Provsu untuk segera dirampungkan, bukan hanya sebelum terjadinya kejadian malapetaka yang terjadi baru-baru ini di lokasi itu, namun jauh-jauh hari kita sudah tekankan perbaikannya. Apalagi bila seluruh anggota DPR-RI dan DPD di Jakarta asal Daerah pemilihan (Dapem) Sumut melakukan kebulatan tekad untuk perbaikan sepenuhnya Aek Latong, saya rasa itu akan tuntas segera mungkin.

Hal senada juga disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Sumut Partai Kebangkitan Bangsa (DPW-PKB), Ance Selian mengharapkan keseriusan dari Pemerintahan provinsi Sumut (Pemprovsu). Ance mengharapkan keseriusan dari Plt Gubsu agar serius dan tidak setengah hati melihat kondisi Aek Latong. '' Harapan kita Pemprovsu juga tidak lengah akan kondisi Ruas Aek Latong yang sudah belasan tahun bagaikan anak balita yang menangis dalam gendongan ibunya yang sudah haus akan air susu ibu (asi), namun asi itu bila tidak diberikan, akhirnya lama-lama anak balita itu akan mati nanti dalam gendongan'', urainya.

Sementara anggota Komisi D DPRDSU yang juga Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Jamaluddin Hasibuan, mengingatkan, kerusakan Aek Latong juga merupakan tanggungjawab Kepala Dinas Jalan dan Jembatan Provsu. Menurutnya, Plt Gubsu harus benar-benar mengawasi kinerja Kepala Dinas Jalan dan Jembatan Provsu untuk kemudian benar-benar mampu melaksanakan tugasnya dalam memantau dan memetakan kerusakan jalan di Sumut bukan hanya Aeklatong.

‘’Jika kemudian tidak mampu, ya sudah saatnya diganti, Plt Gubsu punya wewenang untuk melakukan pergantian sepanjang kinerja para kepala dinas memang tidak memenuhi harapan khususnya dalam program pembangunan yang dicanangkan Pemprovsu. Masalah jalan Aek Latong harus benar-benar jadi perhatian bagaimana penangangan sesungguhnya dan bagaimana juga dengan penanganan kawasan jalan yang rusak lainnya,’’ tegas mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Tapanuli Selatan periode lalu.

Seorang sopir angkutan umum tujuan Trayek Padangsidimpuan-Medan, Haposan Harahap,42, ketika ditemui di loket angkutan Jalan SM Raja Medan, kemarin, mengakui sudah belasan tahun ruas jalan Aek Latong dirasakannya bagaikan belum ada kemerdekaan di negeri ini, kondisi jalan berlumpur, sarat dengan jalan tanah dan lobang yang menganga di permukaan jalan entah kapan usai diperbaiki.

''Apalagi, bila musim hujan selama ini, kita sering tidak dapat melintasi ruas jalan itu, sehingga terkadang kita terjebak kemacetan hingga satu malam akibat lambannya bantuan dari pihak yang berwenang, hal demikian sudah lumrah bagi kami, namun terkadang penumpang kita yang kasihan, sebagian penumpang kita ada yang mendesak untuk mengikuti ujian di tempat kuliahnya, apalagi bila mereka mendesak kita tak dapat berbuat apa-apa akibat kemacetan, mau mundur saja sulit, supir motor songon pira manuk di ginjang tanduk'' (nasib seorang sopir bagaikan telur di ujung tanduk, salah sedikit sudah disumpahi penumpang), sebut Harahap.

Petinggi perusahaan PT ALS, Chandra Lubis ketika dihubungi melalui telefonnya kemarin, juga sangat mengeluhkan kondisi Aek Latong itu, dia juga sangat mengharapkan keseriusan dari pemerintah agar apa yang menimpa busnya tidak terulang lagi apalagi terhadap pengguna jalan yang lain, pada dasarnya setiap orang tidak mengharapkan bencana apalagi hingga menghilangkan nyawa manusia.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI
(dat06/waspada)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment