Thursday, 09 June 2011 10:12    PDF Print E-mail
Kompetensi guru PAUD diprioritaskan
Warta
INDRA WIDYASTUTI
Reporter-in-training
WASPADA ONLINE

MEDAN - Dalam kurun waktu lima tahun ke depan, pemerintah memprioritaskan peningkatan kualitas dan kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kebijakan ini dilakukan karena terhitung waktu 100 tahun setelah Indonesia merdeka yakni 2045 mendatang, pemimpin negara nantinya adalah generasi muda yang saat ini sedang mengecap pendidikan usia dini. Hal itu diungkapkan Direktorat Jenderal (Dirjen) PAUD Kemendiknas RI diwakili Direktur PTK PAUD NI, Nugaan Yulia Wardhini Siregar.

 “Kita lihat pada tahun 2045 nanti, Indonesia akan dipimpin oleh generasi yang sekarang sedang dalam pendidikan usia dini. Tentunya, pendidikan PAUD ini harus ditangani secara serius. Di Kemendiknas RI saja ada dua Direktorat yang menangani PAUD ini, pertama direktorat pembinaan yang menangani tentang program, kurikulum, kedua direktorat pendidikan dan tenaga kependidikan yang ditangani PTK PAUD,” terang Nugaan, pagi ini.

Secara nasional disebutkannya, jumlah anak usia dini 0-6 tahun mencapai 30 juta orang. Target Kemendiknas RI sebanyak 18 juta anak. Tentunya, kalau menggunakan rasio satu guru banding 20 siswa, maka kebutuhan guru secara nasional harus mencapai 900.000 orang. Sementara jumlah guru PAUD baru mencapai 320, dimana 250 guru TK formal dan selebihnya guru non formal.

 “Masih ada kebutuhan guru dua pertiga lagi yang harus dipenuhi, sementara dari jumlah guru yang ada itu saja yang memiliki kompetensi S1 baru 30 persennya dan yang sudah bersertifikasi baru separuhnya. Makanya peningkatan kompetensi guru PAUD inilah yang sedang kita percepat,” terangnya.

Untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD ini pihaknya menganggarkan insentif khusus untuk guru PAUD dan peningkatan kompetensi dari anggaran Dirjen PAUD yang berkisar Rp600 miliar, sebanyak Rp500 miliar lebih disalurkan untuk intensif dan upaya peningkatan kompetensi guru PAUD. “Namun itu juga belum mencukupi, makanya kita berharap ada pihak-pihak yang juga peduli untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD ini,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Nugaan juga menyebutkan, hingga saat ini gaji guru PAUD juga sangat memprihatinkan, masih ada guru PAUD yang bergaji Rp100.000 per bulan. Menurutnya, gaji tersebut tidaklah pantas untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya untuk PAUD. Demikian juga dengan kuantitas guru PAUD yang masih minim. "Ini diakibatkan belum sejahteranya kehidupan guru PAUD. Untuk itu, saya berharap, kabupaten/kota sudah memberikan anggaran khsususnya untuk PAUD," ujarnya.

Jambore Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal dan Informal (PTK-PAUDNI) Sumut diikuti oleh 33 kabupaten/kota di Sumut dengan jumlah 390 peserta dan 14 yang diperlombakan. Dan pemenangnya selanjutnya akan mengikuti Jambore tingkat nasional di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Ketua Tim Penggerak PKK Propisni Sumut, Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho yang menghadiri acara tersebut juga menyampaikan persoalan pendidikan bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja melainkan juga tanggungjawab semua pihak.

Dia melanjutkan, sesuai kenyataan yang dilihat beberapa tahun terakhir, penghargaan terhadap pendidikan dan tenaga pendidikan sudah direspon oleh pemerintah. Dia menyebutkan seperti sudah diberikannya tunjangan fungsional maupun tunjangan profesi. "Belum lagi insentif bagi guru PAUD dan pengelola kursus-kursus lainnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Sutias menjelaskan, peningatan kualifikasi guru TK/TKLB tahun ini diakomodir melalui dana dekonsentrasi APBN dan hanya untuk guru TK dan TK-LB yang berada di kawasan perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar.

Kepala Dinas Provinsi Sumatera Utara (Kadisdiksu) Syaiful Safri menyampaikan, Jambore yang berlangsung 7-9 Juni diharapkan bisa meningkatkan kualitas pendidikan khususnya PAUD. "Selain itu juga terjalin silaturahmi antar peserta yang berasal dari 33 kabupaten/kota di Sumut," ujarnya.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat01/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment