Monday, 18 April 2011 10:49    PDF Print E-mail
Salon maksiat meresahkan warga
Warta
RIDIN
Koordinator Liputan
WASPADA   ONLINE


MEDAN - Meski pernah digerebek jajaran Poldasu, namun pengelolah salon yang diduga maksiat di kawasan Jalan Negara, dan Jalan Aksara (Jalan Kereta Api-red) masih terus beroperasi tanpa mendapat larangan.

Terutama Salon Mei Ching (dulu namanya Salon Ching-Ching), dan Salon Rosalinda, dimana pengelolahnya semakin berani menjalankan bisnis haramnya, termasuk Salon Jooly, dan Salon Kenziro di Jalan Aksara Medan . Bahkan, pernah pengunjung salah satu salon ditangkap polisi, karena miliki narkoba.

Menurut  sumber, keempat salon tersebut kerap dijadikan lokasi prostitusi terselubung, sebab salon dijadikan kedok untuk mengelabui petugas. Buktinya, kata sumber, di Salon Mei Ching yang merangkap SPA, para wanita yang dipekerjakan masih relatif berusia muda berasal dari luar Kota Medan. Bahkan mereka kata sumber, dapat disebut pedatang gelap, sebab tidak ada dari mereka yang melapor ke kepling setempat.

Selain itu, ruko yang disulap menjadi tempat maksiat itu juga menyediakan wanita untuk melayani nafsu birahi para tamu pria ‘hidung belang”. Bahkan beredar kabar kalau salon tersebut illegal, karena tidak memiliki izin resmi dari dinas terkait.”Kalau pun ada, izinya diduga palsu,” sebut sumber.

Dari pantauan terlihat banyak pria hidung belang terutama kalangan pria turunan terlihat keluar masuk salon tersebut. Rata-rata pria yang masuk ke lokasi tersebut selain mendapat perawatan rambut, dan wajah, juga bisa mendapatkan  kepuasan yang diberikan para wanita pemuas nafsu.

Kabarnya tarif berpariasi, kalau hanya cuci rambut dan lulur bisa dikenakan biaya sekitar puluhan ribu, sedangkan biaya kencan dengan wanita yang sudah disiapkan pengelolahnya, para pria binal ini harus mengeluarkan biaya tambahan sekitar ratusan ribu rupiah.

Seorang pria yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, dirinya pernah ke salon tersebut. Awalnya kata dia, kita ditawari cuci rambut, namun setelah itu kita bisa kencan kalo harga cocok.”Kalo disana istilahnya mandi kuncing,” terang pria tadi.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI
(dat01/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment