Wednesday, 16 March 2011 19:06    PDF Print E-mail
Anton Medan kunjungi Polresta
Warta
RIDIN
Koordinator Liputan
WASPADA ONLINE


MEDAN - Mantan narapidana, Anton Medan, mengunjungi seluruh tahanan di Mapolresta Medan. Dalam pertemuannya, Anton Medan yang pada tahun 70 an sangat terkenal, karena tindakan sadisnya setiap melakukan tindak kejahatan seperti perampokan, memberikan nasehat kepada seluruh tahanan di sel Mapolresta Medan.

Anton Medan mengatakan sore ini, seluruh tahanan harus bisa introfeksi diri dan jangan putus asa dalam menjalani hidup. Karena penjara bukanlah tempat untuk putus asa, melainkan tempat belajar guna kebaikan untuk diri sendiri menjadi orang yang berguna.

"Jadilah orang yang berguna setelah kita keluar dari penjara, jangan menjadi sampah masyarakat. Karena mantan napi bukanlah buruk melainkan hanya sebagai cobaan. Jangan lupa juga saya minta kepada seluruh masyarakat binaan di Mapolresta Medan ini untuk bisa mendekatkan diri lagi kepada Tuhan,” terangnya.

Pria turunan Tionghoa berasal dari Medan, yang besar namanya di Jakarta dengan sebutan Anton Medan ini, juga menceritakan kisah perjalanan hidupnya saat berada di jalanan.

Ia mengatakan bahwa dulunya ia adalah penjahat yang keluar masuk penjara Cipinang Jakarta, karena melakukan perampokan dan penganiayaan. Anton Medan ini juga menceritakan bahwa dirinya seorang penjahat yang sadis karena tidak segan-segan untuk melukai korbannya.

Oleh karena itu, Anton Medan minta kepada seluruh tahanan untuk bersabar,  karena penjara adalah tempat kita untuk meratapi kesalahan yang sudah diperbuat. Maka dari itu seluruh tahanan bila nantinya sudah bebas jadilah orang yang berguna bagi bangsa dan agama. "jangan kita terus putus asa," ucapnya.

Menurut Anton Medan, usai memberikan nasehat kepada seluruh tahanan di Mapolresta Medan sore tadi, para napi itu bukanlah orang bodoh melainkan orang yang pintar-pintar. Kemudian Anton Medan mengkritik tentang hukum di negara ini, terutama tentang hukum Indonesia yang mengacu kepada Kitab  Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). sebab katanya, Indonesia harus bisa menciptakan buku hukum sendiri seperti hukum korupsi.

Karena KUHP tersebut adalah buku hukum Belanda, jadi janganlah kita samakan hukum Belanda dengan hukum Indonesia. Karena kalau acuannya KUHP, kasihan para pelaku kejahatan. Contohnya, pencuri ayam dengan pencuri uang milliaran rupiah sama hukumannya. "itu tidak bisa disalahkan pnyidik alias polisi maupun  jaksa, karena berdasarkan KUHP pasalnya sama dan hukumannya pun sama," ucapnya.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat03/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment