Tuesday, 23 November 2010 19:13    PDF Print E-mail
Penderita DBD di Sumut capai 5.805 Orang
Warta
PRAWIRA SETIABUDI
Koordinator Redaksi
WASPADA ONLINE


MEDAN - Hingga akhir tahun 2010, kasus penderita demam berdarah dengue (DBD) sudah melebihi kasus tahun lalu.

Data yang dikumpulkan Dinas Kesehatan Sumut dari kabupaten/kota yang ada hingga September 2010, angka penderita DBD mencapai 5.805 orang.

Padahal, selama tahun 2009 penderita DBD baru 4.643 orang.  Dengan kasus tertinggi masih di Kota Medan mencapai 40% dari kasus yang ada atau yakni, 2.053 penderita.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Candra Syafei, mengatkan  untuk penatalaksanaan pasien DBD di berbagai pelayanan kesehatan sudah maksimal atau tidak ada masalah.

Walaupun kasusnya meningkat dibanding sebelumnya, namun angka kesakitan di Sumut masih 30,12% dari 100.000 penduduk. Angka ini masih di bawah standar nasional yang menetapkan 55% per 100.000 penduduk.

Tingginya kasus DBD, jelasnya, disebabkan banyak faktor. Dari tenaga kesehatan, selain penatalaksanaan di layanan kesehatan juga melakukan pengasapan (fogging) dan pemberian bubuk abate (abatesasi).

"Sampai saat ini, masyarakat masih berpikir fogging merupakan pencegahan utama, padahal itu hanya mematikan nyamuk
dewasa. Sedangkan kunci utamanya adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," ucap Candra, tadi sore.

Jadi, katanya, karena penyakit ini berbasis lingkungan, maka tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Kesehatan. Perlu juga keterlibatan lintas sektor seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kebersihan.

"Kalau lingkungan bersih, malah tidak hanya DBD yang bisa dicegah, tapi juga penyakit lain diare," ujarnya.Di sisi lain, Kadis juga mengharapkan ada peran swasta khususnya pada ustad dan pendeta untuk mengajak umat agar menjalankan pola hidup bersih dan sehat.

"Sebab, pembangunan kesehatan itu selain sektor publik atau pemerintah, juga harus melibat sektor swasta dan masyarakat," pungkasnya.

Editor: SATRIADI TANJUNG
(dat04/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment