|
||||
| MUNA: Sekolah harus gelar pesantren kilat |
| Warta |
|
WASPADA ONLINE MEULABOH - Musyawarah Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) mengharapkan agar sekolah-sekolah di daerah itu mulai tingkat SD sampai SMA menggelar pesantren kilat selama liburan bulan suci Ramadhan 1431 Hijriah. Ketua MUNA Kabupaten Aceh Barat, Abu Sofyan, menyatakan, meskipun libur bukan berarti para pelajar bebas bermain, tapi diisi dengan kegiatan keagamaan seperti pesantren kilat agar ibadah puasanya lebih sempurna. Sekretaris Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat Risan Wisan Wismar mengungkapkan, bila dilihat dari kelender pendidikan terbitan Dinas Pendidikan Provinsi Aceh sekolah diliburkan selama puasa, yakni mulai 10 Agustus hingga 9 September 2010. Libur tersebut ditambah lagi libur bersama dan nasional Hari Raya Idul Fitri, sehingga aktif kembali pada tanggal 20 September 2010. "Tahun lalu memang diliburkan mungkin kali ini juga begitu, tapi surat keputusan resmi belum turun," ujar Risan Wisan, sore ini. Abu Sofyan menyambut baik dan seharusnya demikian selama bulan puasa sekolah-sekolah di Aceh diliburkan agar siswa lebih khusuk menjalankan ibadah puasa. "Kami rasa tidak akan merusak mekanisme pendidikan kalau hanya sebulan diliburkan," ujarnya. Ia menyatakan kendati sekolah diliburkan bukan berarti anak-anak bebas bermain, melainkan harus aktif dengan kegiatan pendidikan keagamaan, seperti majelis taklim, ceramah dan pesantren kilat. Abu Sofyan menyatakan, pihaknya juga telah menyiapkan beberapa kegiatan keagamaan pada bulan puasa, seperti pesantren kilat sebulan penuh seusai shalat Dzuhur di Masjid Agung Meulaboh. Dikatakan, sebanyak 120 ulama juga akan disebar di setiap desa untuk menggelar kegiatan keagamaan, sehingga memudahkan para siswa memperdalam ajaran agama di bulan puasa. Ketika ditanya apakah akan mengganggu mekanisme belajar mengajar, Risan Wisan mengatakan, tidak begitu mempengaruhi, karena telah dipikirkan oleh para ahlinya. "Selama ini, kami rasa tidak berdampak negatif, tapi apapun dampaknya pasti sudah diantisipasi sebelumnya oleh para ahli pendidikan di pusat maupun provinsi," ujarnya. Risan menyatakan meskipun siswa diliburkan bukan berarti tidak ada kegiatan dalam sekolah, melainkan tetap belajar, tapi lebih difokuskan pada pelajaran akhlaq dan agama. Editor: WAHYU HIDAYAT(dat01/ann) |




Comments