|
||||
| Pengelolaan dana Otsus dikritik |
| Warta |
|
WASPADA ONLINE LHOKSEUMAWE - Walikota Lhokseumawe, Munir Usman, mengkritik pengelolaan dana otonomi khusus (Otsus). Dana yang jumlahnya triliunan rupiah tersebut dikelola Pemerintah Provinsi Aceh, sehingga dampaknya pembangunan di daerah menjadi labil. Dikatakan, secara umum di Indonesia otonomi menitikberatkan di daerah kabupaten/kota, tetapi di Aceh dengan UU nomor 11/2006 titik berat otonomi khusus di provinsi. “Anehnya lagi dana otsus malah dijadikan pendapatan dalam Anggaran Belanja Pendapatan Aceh (APBA). Hal ini semakin memperumit khususnya daerah kabupaten/kota di Aceh, sehingga pembangunan di daerah menjadi labil,” katanya, tadi malam. Ditambahkan, program pembangunan terutama di wilayah kota Lhokseumawe banyak yang tersendat, diantaranya pembangunan tanggul di desa Alue Lim kecamatan Blang Mangat untuk mengairi 300 hektar lahan. Pembangunan itu membutuhkan anggaran Rp46 miliar. Selanjutnya revitalisasi saluran Alur Raya di kecamatan yang sama membutuhkan anggaran Rp74 miliar. Pembangunan jalan lingkar Lhokseumawe membutuhkan anggaran Rp75 miliar. Jembatan yang menghubungkan Lhokseumawe dengan desa Kandang kecamatan Muara Dua butuh anggaran beserta dengan pembangunan pendukungnya sebesar Rp600 miliar. “Program saya itu sifatnya hanya mission imposible, tapi saya tetap yakin program itu jalan, namun kendalanya dana,” tegasnya. Editor: SATRIADI TANJUNG (dat04/wsp) |




Comments