Thursday, 01 July 2010 07:09    PDF Print E-mail
TNI sebaiknya tak gunakan hak pilih
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Ketua umum Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional, Agum Gumelar, menilai sebaiknya TNI tidak menggunakan hak pilih.   

"TNI itu alat negara, dan terikat pada Sapta Marga yang harus menjunjung tinggi kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan," katanya, pagi ini.

Dikatakan, TNI adalah alat negara yang bertugas pokok menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.  

 "Kalau ikut pemilu, dia bisa berpihak dan dimanfaatkan kepentingan politik, dan ini berpotensi menimbulkan perpecahan," katanya.   

Dijelaskan, prajurit TNI adalah alat negara untuk mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.     

"Sebagai pengaman seluruh masyarakat, sudah selayaknya TNI netral dalam politik. TNI tidak boleh berpihak," ujarnya.    

TNI menyatakan, penggunaan hak pilih sangat tergantung pada keputusan politik. "Kita berpedoman pada UU No34/2004 tentang TNI dan UU Pemilu," katanya.   

Berdasar UU No34/2004 TNI tidak boleh terlibat dalam kegiatan politik praktis sebagai salah satu agenda reformasi internal TNI.

Editor: SATRIADI TANJUNG
(dat04/ann)


WARTA KARTUN HARI INI

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment