Share on facebook
Wednesday, 03 February 2010 10:05    PDF Print E-mail
Pernak-pernik imlek banjiri toko di Medan
Afiliasi - Agenda Walikota Medan
WASPADA ONLINE

MEDAN - Menjelang perayaan Imlek Minggu (14/2), sejumlah toko yang menjual perlengkapan sembahyang dan pernak-pernik Imlek di Medan mulai dipenuhi dengan pernak-pernik khas perayaan Tahun Macan.

Berdasar pantauan Wartawan di beberapa toko, seperti Toko Surya Makmur di Kompleks Asia Mega Mas,Toko Borobudur di Jalan Asia Baru,Toko Bintang Saudara, Pasar Tradisional, Pasar Ramai,Jalan AR Hakim/ Jalan Bakti, Jalan Putri Merak Jingga, Jalan Thamrin, beraneka ragam pernak-pernik khas Imlek sudah dipajang. Pemilik Toko Borobudur,A Leng, 49, menyatakan, pohon Mei Hua, angpau, dan pernak pernik bercorak kerbau merupakan yang paling sering dicari pembeli.

Selebihnya merupakan replika pohon jeruk dan patung dewa berukuran kecil. A Leng menyatakan, tidak berbeda dengan tahun lalu,krisis ekonomi global yang melanda dunia masih berdampak negatif pada penjualan barang dagangannya. Menjelang Imlek, jumlah pembeli tidak jauh berbeda dengan hari-hari biasa, bahkan lebih sepi dibandingkan tahun-tahun lalu.Masyarakat juga kebanyakan hanya membeli pernak-pernik seadanya.

Padahal, berdasar pengalaman tahun- tahun sebelumnya, tiga minggu menjelang Imlek, masyarakat sudah berbondong-bondong memburu pernak-pernik. “Tahun ini,kebanyakan masyarakat masih tanya-tanya harga dulu. Karena itu, walaupun barang mulai masuk pada akhir Desember 2009 lalu, saya mulai pajang awal Januari kemarin.Tidak seperti tahun- tahun lalu, kami tidak lagi pesan barang stok, jual yang ada dulu,” ungkapnya.

Dia menambahkan,penurunan jumlah pembeli pernak-pernik Imlek juga disebabkan masyarakat Tionghoa kebanyakan lebih mengutamakan membeli peralatan sembahyang menyambut Imlek.Peralatan itu, di antaranya tua hio (dupa besar),leng hio (dupa naga), leng cek (lilin naga), kim hua, kim gin cua (kertas emas dan perak),wang po, thi kong kim, thi kong pai, ong lai (kertas sembahyang yang berbentuk nenas), replika teratai (replika teratai), serta kui jin hu.

Sementara itu, pemilik Toko Surya Makmur A Sang,50,memprediksi, walaupun saat ini pembeli sudah mulai datang,puncak pembeli diperkirakan ramai mulai 13 Februari hingga tiga hari menjelang Imlek.“Menjelang perayaan Imlek tahun ini, hampir dipastikan penjualan menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, harga barang juga naik mulai 20–50%. Kami pedagang terpaksa harus menaikkan harga juga,” tuturnya.
(dat04/pemkomedan.go.id)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment