Thursday, 05 September 2013 11:04    PDF Print E-mail
Polda usut kasus alkes Sibolga dan Samosir
Warta

RIDIN
WASPADA ONLINE


MEDAN - Hingga saat ini Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi, Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Ditreskrimsus)  Polda Sumut terus mengembangkan kasus dugaan korupsi alat kesehatan (alkes) dan KB (Keluarga Berencana) di 8 Kabupaten/Kota di Sumut.

Sudah 10 orang tersangka korupsi alkes dari tiga Kabupaten yakni Kabupaten Tobasa, Padang Lawas Utara (Paluta), Labuhan Batu Selatan dan Kabupaten Tapteng.
 
Pekan ini, Tipikor Poldasu akan memeriksa tersangka korupsi alkes dari Pemko Sibolga yaitu terkait pengadaan Alkes di RSU Pandan, Sibolga. Kemudian akan memeriksa dua tersangka korupsi Alkes dari Pemkab Samosir. Selanjutnya memeriksa tersangka lainnya dari Kabupaten Paluta,Provinsi Sumatera Utara.

Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Komisaris Besar Polisi Sadono Budi Nugroho menegaskan, dalam pekan ini pihaknya akan memeriksa pejabat dari RSU Pandan, Sibolga, kemudian Samosir dan Paluta.

“Tersangka dugaan korupsi pengadaan alkes di RSU Pandan, Sibolga melibatkan Direktur RSU Pandan,” jelas Sadono hari ini.

Sedangkan dari Pemkab Samosir yang akan diperiksa adalah, Sabarudin Sianturi yang bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)  dan Daulat Nainggolan selaku Kuasa Pengguna Aanggaran (KPA).

Sementara itu tersangka Alkes dari Kabupaten Paluta, lanjut  Sadono, merupakan pengembangan dari dua tersangka yang ditangkap sebelumnya, yaitu Direktur RSU Gunung Tua, Naga Bakti Harahap.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,bahwa terkait korupsi proyek Alkes tersebut, Tipikor Poldasu saat ini sudah menahan sembilan orang tersangka yaitu, Direktur RSUD Gunungtua, Kabupaten Paluta, Naga Bakti Harahap (Pengguna Anggaran) dan stafnya Rahmad Taufik Hasibuan, SKM (PPK) yang ditangkap Rabu (21/08/2013) malam di MC Donald Jalan Ring Road Medan, dalam kasus korupsi Alkes di rumah sakit itu yang menelan kerugian negara Rp5 miliar.

Selanjutnya, proyek Alkes Tobasa dengan tersangka mantan Kadiskes juga Ka BKKBN, dr.Haposan Siahaan selaku PPK, dengan kerugian Rp4,9 miliar. Kemudian, dari proyek Alkes Labusel, enam orang tersangka yakni Syahrulan (PPK), JW (Direktur perusahaan), JT (Wadir I-rekanan), TN alias AS, SYN dan R, kelimanya warga Labusel, dengan kerugian negara Rp10 miliar.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat03/wol) 

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment