Friday, 17 May 2013 20:41    PDF Print E-mail
Utang RI sudah Rp2.023 triliun banyaknya
Ekonomi & Bisnis
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar mengungkapkan, untuk menekan utang Indonesia pada April yang mencapai angka Rp2.023 triliun, pemerintah akan segera melakukan penerbitan Surat Berharga Nasional (SBN).

"Untuk penerbitan SBN karena kebutuhan yang diperlukan dalam kurun waktu yang tidak lama. Hal tersebut memang harus direspon dan ditanggung kita semua dalam konsekuensi," ujarnya di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, hari ini.

join_facebookjoin_twitter

Terkait penerbitan SBN untuk pembayaran utang domestik atau asing, Mahendra mengaku akan melihat dulu dari struktur dan mencari solusi yang paling optimal. "Kita lihat strukturnya nanti. Tapi, saya rasa itu opsi yang akan kita buka. Karena tentu kita akan lihat yang optimal," lanjutnya.

Sebelum membahas pembiayaan SBN tersebut lebih dalam, pihaknya akan menunggu RAPBNP dibuat. "Kita lihat lagi karena kan kita harapkan RAPBNP-nya masuk segera. Kemudian pembahasannya akan berlangsung, baru kita bisa lihat nanti pas di akhirnya berapa yang bisa ditambahkan. Sebelum itu keluar, saya pikir tunggu dulu," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang Indonesia kembali meningkat Rp32,5 triliun selama periode April 2013.

Melansir data yang diterbitkan DJPU, Kamis (16/5/2013), total utang Indonesia pada April ini naik menjadi Rp2.023,72 triliun dari posisi Maret sebesar Rp1.991,22 triliun. Kenaikan utang ini, lantaran nilai tukar rupiah yang melemah menjadi Rp9.722 per USD dari Rp9.719 per USD.

Atas hal tersebut, hingga April 2013 utang Indonesia telah meningkat Rp48,3 triliun dibanding posisi pada akhir 2012 lalu di kisaran Rp1,975,42 triliun.

Utang tersebut, didominasi dari penerbitan obligasi alias Surat Berharga Negara (SBN) yang mengalami kenaikan sebesar Rp41,22 triliun dari Rp1.401,01 triliun pada akhir Maret, menjadi Rp1.442,23 triliun pada akhir April ini.

Dikabarkan, Indonesia punya segudang utang. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan RI mencatat, per April 2013 utang pemerintah bertambah menjadi Rp 2.023,72 triliun.

Utang yang terdiri dari pinjaman luar negeri dan surat berharga ini meningkat sekitar Rp 433.06 triliun dari total utang pada akhir tahun 2009 sebesar Rp 1.590,66 triliun.

Bank Indonesia merilis posisi utang luar negeri pemerintah dan Bank Sentral pada April 2013 mencapai US$125.078 miliar, terdiri dari utang luar negeri pemerintah sebesar US$115.153 miliar dan Bank Sentral sebesar US$9.925 miliar.

Angka ini meningkat sebesar US$25.813 miliar atau sekitar Rp 247.804 triliun dari total utang akhir tahun 2009.

Sangat mengagetkan, selama SBY menjadi presiden 9 tahun, yakni dari 2004-2013, utang baru pemerintah Indonesia yang dibuat mencapai Rp 1.010 triliun. Prestasi pemerintah di bawah kepemimpinan SBY dalam urusan utang ini bahkan lebih hebat dari Orde Lama dan Orde Baru.

Utang Pemerintah Indonesia selama Orde Lama dan Orde Baru berlangsung 53 tahun, sejak 1945-1998, hanya mencapai Rp 553 triliun.

Luar biasa! Presiden SBY yang akhir bulan ini akan menerima penghargaan negarawan dunia 2013 atau "World Statesman Award", benar-benar jago ngutang.
(dat06/sindonews/rmol)




WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment