Thursday, 09 May 2013 20:26    PDF Print E-mail
2 bocah dijadikan budak seks bapak tiri
Warta

RIDIN
WASPADA ONLINE


MEDAN - Betapa hancur hati seorang ibu, Desiria Ziliwu (32)  warga Jalan Sei Mencirim Desa Medan Krio Kec.Sunggal Kabupaten Deli Serdang,  melihat kedua anak perempuannya yang masih balita, Septisahari (5) dan Airin (3) saat mengetahui keduanya menjadi budak seks bapak tirinya,  selama berbulan-bulan lamanya.

Ironisnya, walaupun sudah dilaporkan ke Polsek Sunggal namun hingga sekarang berkas pelaku tidak juga selesai. Malahan, Desiria dan kedua anaknya kerap mendapat terror dan ancaman dari keluarga pelaku untuk mencabut laporan pengaduannya. Takut kasusnya jalan di tempat, akhirnya Desiria pun melaporkan kasus ini ke kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak Kelompok Kerja Kota Medan siang tadi.

Menurut informasi hari ini, kecurigaan ibu korban bermula saat sekitar awal bulan September 2012 dimana saat itu pelaku kerap membawa kaset CD film porno ke dalam rumah. Walaupun sudah sering ditegur, namun pelaku tetap saja membawa CD film-film porno ke rumah. Kebiasaan baru pelaku yang membawa kaset CD film porno sudah berungkali diingatkan namun pelaku tetap saja membawa film porno ke dalam rumah. Ada ketakutan dan firasat buruk Desiria terhadap kebiasaan pelaku yang merupakan bapak tirinya yang akan melampiaskan nafsu bejatnya kepada kedua anak perempuannya yang masih balita. Namun jika diingatkan si pelaku berkilah bahwa kedua balita tersebut telah dianggap sebagai anaknya sendiri.

Awal perbuatan cabul pelaku diketahui ibu korban, Desiria saat pulang dari berbelanja ikan dipajak untuk makan malam. Namun saat usai berbelanja ke pajak, Ibu korban mendapati anaknya yang paling kecil,  Airin menangis  keluar dari kamar mandi yang diikuti oleh bapak tirinya. Karena curiga, kemudian ibunya membawa anaknya mandi sambil ditanya-tanya apa yang terjadi. Saat ditanya, Airin mengatakan bahwa ia (Airin) telah ditidurkan di lantai kamar mandi sambil kemaluan Airin di pegang-pegang bapak tirinya.

Karena takut dengan suaminya, Desiria hanya bisa menangis melihat nasib anaknya. Selain itu, pelaku juga diketahui melakukan pencabulan itu saat ibu korban melahirkan dan harus menginap di klinik Norma di Jalan Sei Mencirim selama satu hari satu malam. Esoknya setelah pulang dijemput pelaku, saat masuk ke kamar tiba-tiba anaknya yang paling kecil Airin menangis sambil mengatakan kemaluannya sakit.

Langsung si ibu juga bertanya kepada anak yang paling besar, Efi juga mengatakan hal yang sama bahwa semalam bapak tirinya memegang kemaluan milik mereka berdua sambil disuruh memegang burung bapaknya yang besar. Tak terima dengan masa depan anaknya yang telah dirusak bapak tirinya, ibu korban pun melaporkan kasusnya ke Polsek Sunggal dengan nomor : STPL/1253/IV/2013/SEK SUNGGAL tanggal 8 April 2013.

Menurut ibu korban saat dikonfirmasi, Desiria mengatakan bahwa saat kejadian pemerkosaan itu, dirinya langsung memeriksa alat kelamin kedua anaknya terlihat berdarah, ada ceceran darah dicelana dalamnya. Pada malam itu juga, semua muka dan tubuh Airin bengkak dan memerah karena demam. Ibu korban sempat bertanya kepada pelaku namun pelaku dengan enteng mengatakan bahwa kemaluan Airin terluka dikarenakan bermain pasir.

“Saya heran melihat kondisi anak saya yang demam dengan kondisi bengkak-bengkak semua tubuhnya. Langsung saja saya memeriksa kemaluan anak saya dan saya lihat di celana dalam anak saya ada ceceran darah dan kemaluan anak saya terlihat luka-luka lecet. Namun saat saya tanya sama bapak tirinya, bapak tirinya menjawab bahwa kemaluan anak saya terkena pasir,” jelasnya.

Desiria juga menambahkan bahwa akibat kejadian tersebut, jika kencing dan buang air besar korban selalu menangis kesakitan pada alat kelaminnya. Pada saat kejadian, ibu korban yakin bahwa kelamin anaknya telah diperkosa bapak tirinya. Apalagi kondisi alat kelamin anaknya sudah membesar luar dan dalam dan menurut ibu korban, kejadian ini sudah berkali-kali dilakukan bapak tirinya. “Akibat perbuatan bapak tirinya itu, jika kencing dan buang air besar korban selalu menangis kesakitan pada alat kelaminnya. Saya juga yakin anak saya diperkosa soalnya kemaluan anak saya sudah membesar luar dan dalam,” terangnya.

Selanjutnya, Desiria menambahkan bahwa perbuatan bejat suaminya itu dilakukan saat dirinya sedang berjualan mengangsur beras ke wilayah Marindal. “Setiap saya pulang berjualan mengangsur beras dari Marindal, anak saya selalu menangis kesakitan pada kemaluannya. Apalagi saya setiap 1 minggu 2 kali ke Marindal mengangsur beras. Soalnya, ia (pelaku) sudah tidak mau lagi bekerja,” ucapnya sambil meneteskan air mata. Atas kejadian tersebut, ibu korban Desiria berharap agar pelaku dihukum seberat-beratnya. “Tidak bisa kumaafkan dia. Dia sudah merusak masa depan anakku, hukuman mati yang pantas untuk pelaku,”harapnya.

Koordinator Komisi Nasional Perlindungan Anak Kelompok kerja kota Medan, T Amri Fadli mengatakan dengan tegas bahwa terkait kasus pencabulan yang dilakukan oleh bapak tiri tersebut, ia akan meminta meminta pihak kepolisian untuk segera menindak pelaku dengan hukuman yang seberat-beratnya. “Terhadap kasus ini, kami tidak akan main-main. Kami akan segera menuntaskan kasus ini agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Dan untuk korban, kami akan melakukan perobatan terhadap kondisi kedua korban yang mengalami luka trauma,” tegasnya singkat.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat03/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment