Sunday, 28 April 2013 06:56    PDF Print E-mail
Inilah alasan konsumen berburu beli emas
Ekonomi & Bisnis
WASPADA ONLINE

JAKARTA – Anjloknya harga emas dua pekan terakhir, membawa berkah bagi pedagang logam mulia. Omset penjualan emas meningkat cukup signifikan.

Sejumlah toko emas Jakarta yakni Atrium Pasar Senen, Melawai Plaza. Tika, pemilik Toko Emas Kawi yang terletak di Pasar Senen, Jakarta Pusat mengaku, tokonya akhir-akhir ini selalu kebanjiran pesanan logam mulia di atas 100 gram.

"Minggu-minggu ini memang banyak pembeli. Mereka yakin, harga emas akan naik lagi," ujar Tika, kemarin.

Menurut Tika, pembeli saat ini lebih banyak mengincar emas sebagai investasi ketimbang perhiasan. Sebab, logam mulia bisa dijual lagi dengan mudah.

Saat ini Toko Emas Kawi menjual harga emas batangan di harga Rp490.000 per gram. Sementara emas perhiasan beserta ongkos pembuatan dibanderol Rp420.000, dan emas putih dipatok dengan harga Rp370.000 per gram.

"Untuk perhiasan dengan kadar 99,99 persen, kami jual mulai Rp420.000, itu semua belum tergantung model dan karatnya, Untuk emas putih dibanderol dengan Rp370.000, namun jarang peminatnya, karena campuran emas murni dengan nikel. Selain itu harga jualnya juga menurun," tuturnya.

Hal serupa juga diungkapkan Ridwan, pemilik Toko Emas Megah Indah di Melawai Plaza Blok M, Jakarta Selatan. Menurutnya, dalam beberapa pekan terakhir penjualan mengalami peningkatan, “Dalam sehari kami bisa menjual hingga 5 kilogram, paling sedikit 2 kilogram," ujar Ridwan.

Saat ini Toko Megah Indah menjual emas batangan di harga Rp485.000. Sedangkan harga jual perhiasan beserta ongkos pembuatan Rp430.000, untuk harga emas putih dipatok Rp360.000

Seiring menurunnya harga emas, maka terjadi pergeseren pada minat konsumsi emas, yakni lebih banyak pada investasi dibandingkan perhiasan.

Kondisi seperti ini ternyata dikeluhkan oleh sejumlah pedagang. Salah satunya Eddi, pemilik toko Suka Hati, Melawai Plaza. Ia mengaku lebih senang menjual perhiasan dibandingkan logam, “Karena menjual perhiasan terdapat ongkos membuat,”ujarnya.

Namun, ia mendapat pemasukan lain dari hasil pembelian kembali dengan selisih hingga Rp20.000 per gram, “Lebih murah dibanding harga jual pada saat yang sama," tuturnya.
(dat16/inilah)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment