Wednesday, 24 April 2013 22:10    PDF Print E-mail
Gubsu minta perkuat basis intelijen
Warta
RIDIN
WASPADA ONLINE


MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho meminta komunitas intelijen daerah Sumut, agar diperkuat basis intelijen melalui informasi dan deteksi dini untuk mengantisipasi segala bentuk potensi kerawanan konflik.

"Berbagai fenomena di masyarakat harus terdeteksi lebih awal agar segala  indikasi dan getaran sosial politik dan kemasyarakatan dapat dikendalikan secara profisional dan objektif," tegasnya pada Pisah Sambut Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Sumut di Hotel Santika Medan, hari ini.

Jabatan Kabinda Sumut yang juga merangkap Ketua Pelaksana Harian (Kalakhar) Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Sumut telah diserahterimakan dari Laksmana Pertama TNI Djayeng Tirto Soedarsono kepada Kolonel Inf Cucu Somantri.

Sekretaris Sumut, Eddy Syofian yang Kepala Badan Kesbangpol Linmas Sumut melaporkan acara ini dirangkaikan dengan Rapat Kominda se Sumut yang juga dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten dan Kota, Ketua FKUB, FKDM, FPK dan GM Pertamina Region I Gandhi Sri Widodo.

Sejumlah pimpinan unit kerja Pemprovsu dan pejabat setruktural Kesbangpol Linmas Sumut juga hadir diantaranya Assisten Pemerintahan Hasiholan Silaen, Staf Ahli Gubsu Arsyad Lubis, Kadis Kominfo Jumsadi Damanik dan Kabid Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Linmas Sumut Zulkarnain Rangkuti.

Lebih lanjut Gubsu yang juga Ketua Kominda Sumut mengingatkan agar seluruh jajaran Kominda Provinsi maupun kabupaten dan kota terus melakukan koordinasi dengan mendayagunakan perkembangan teknologi informatika yang dewasa ini sangat pesat dan canggih.

Pada kesempatan ini juga dibahas berbagai isu aktual dan beberapa fenomena antisipatif untuk menjaga kondusivitas Sumut antara lain mengantisipasi kenaikan harga BBM bersubsidi agar Pertamina terus berkoordinasi dengan kabupaten dan kota dalam sosialisasi.

Juga disimpulkan agar Pertamina menambah pemasangan spanduk sebagai informasi ketersediaan solar non subsidi di SPBU-SPBU dan kabupaten kota juga diminta agar melakukan koordinasi antisipasi hari buruh yang melibatkan unsur buruh, tani dan nelayan.

Secara umum Gubsu optimis dengan memperkuat deteksi dini maka intelijen Sumut mampu berperan optimal. "Saat ini intelijen merupakan komoditas utama dan barang mewah. Hanya saja tinggal bagaimana si empunya informnasi itu menggunakannya, untuk kemaslahatan umat atau jadi komoditas yang bisa saja diperdagangkannya kepada orang luar," ujarnya.

Menurut Gubsu tuntutan tugas intelijen akan semakin berat. Untuk itu, Kominda harus mampu menyelenggarakan  kegiatan dan operasi intelijen strategis serta pembinaan kekuatan dan kemampuan intelijen strategis.

Gubsu mengatakan tuntutan tugas Kominda tersebut akan semakin berat terutama jika dikaitkan dengan spektrum ancaman yang sangat luas dewasa ini, baik yang berasal dari ancaman tradisional maupun non-tradisional.

Dari sekilas gambaran dinamika global, regional dan nasional yang terjadi saat ini terlihat peran Kominda di bidang intelijen sangat berwenang penuh dalam penyelenggaraan kegiatan maupun operasi intelijen.

Intelijen bertugas memonitor, mempelajari mendalami dan menganalisa setiap perkembangan yang terjadi baik di dalam maupun luar negeri yang dampaknya dapat berpengaruh terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa serta stabilitas nasional.

Gubsu berharap peralihan kepemimpinan Binda Sumut dapat meningkatkan peranan Kominda dalam menjaga stabilitas keamanan dan membangun sistim peringatan dini di Sumatera Utara.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat16/wol)

Comments

Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment