Monday, 22 April 2013 18:03    PDF Print E-mail
Walikota marah Jalan Abadi rusak
Warta
SASTROY BANGUN
WASPADA ONLINE


MEDAN - Walikota Medan, Rahudman Harahap marah atas sikap sejumlah pengembang yang mendirikan perumahan di sejumlah tiktik di Jalan Abadi Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Akibat keluar masuknya truk-truk pengangkut material bangunan yang akan digunakan untuk membangun perumahan, Jalan Abadi rusak sepanjang lebih kurang 200 meter.

Untuk itu orang nomor satu di Pemko Medan ini minta kepada pihak pengembang bertanggungjawab dan segera memperbaiki jalan yang rusak tersebut. Kemarahan ini mencuat ketika Walikota meninjau Jalan Abadi yang lokasinya sekitar 300 meter dari Jalan Ring Road, hari ini.

Infrastruktur jalan terlihat rusak  akibat keluar masuknya truk pengangkut material bangunan yang melebihi tonase. “Yang merusak lingkungan di tempat ini, terutama infrastruktur jalan adalah para pengembang. Mereka memasukkan truk-truk pengangkut meterail bangunan di atas tonase kemampuan jalan,’ kata Walikota dengan nada tinggi.

Dijelaskan Walikota, tonase Jalan Abadi hanya mampu untuk menampung kenderaan bertonase 6 ton, sedangkan truk yang dimasukkan para pengembang tonasenya 30 ton. Karena itulah Walikota langsung menghubungi Kadis Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Syampurno Pohan melalui ponsel.

Syampurno diminta untuk segera memanggil para pengembang dan minta tanggung jawab mereka atas kerusakan Jalan Abadi tersebut. “Saya minta para pengembang untuk mengganti jalan yang rusak ini!” tegasnya.

Untuk mengantisipasi kerusakan jalan bertambah lagi, Walikota kemudian mengistruksikan kepada Camat Medan Sunggal jika perlu untuk memasang portal agar truk–truk  pengangkut material bangunan tidak bisa keluar masuk seenaknya. Dengan  demikian masyarakat lebih enak menikmati fasilitas jalan yang ada.

Selain itu, lanjut Walikota, dirinya juga telah memerintahkan kepada Kadis Perhubungan Kota Medan agar menerapkan Peraturan Walikota (perwal) tetang pembatasan truk-truk masuk inti kota. Jika pun masuk, harus pada jam-jam tertentu. Sejauh ini dia melihat perwal tersebut belum dijalankan sepenuhnya.

“Untuk itu saya minta Dishub Kota Medan untuk menegakkan perwal tentang pembatasan truk-truk masuk inti kota. Padahal dalam Perwal itu sudah diatur bahwasannya truk-truk dapat memasuki inti kota pada jam tertentu yakni malam hari.  Tetapi  sampai saat ini, saya melihat masih ada truk yang memasuki inti kota pada siang hari. Jadi saya minta itu lebih diawasi oleh para petugas di lapangan.  Sebab, jika Perwal ini tidak dapat dijalankan bagaimana kita bisa tertib,” ungkapnya.

Peninjauan ini dilakukan Walikota untuk menindaklanjuti keluhan warga menyusul kerusakan jalan tersebut. Selain jalan rusak, Walikota juga mendapati drainase yang ada dinilai kurang memadai sehingga harus dibenahi.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat06/wol)

Comments

Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment