Sunday, 30 December 2012 08:10    PDF Print E-mail
RE Nainggolan disematkan ulos
Warta
WASPADA ONLINE

BAKARA - Tokoh masyarakat Sumut, RE Nainggolan mendapat kehormatan menerima ulos simbol dukungan dari seluruh keturunan marga Marbun, di tengah peresmian Bagas Parsadaan (Rumah Persatuan) Toga Marbun di Bakara, Humbang Hasundutan, kemarin.

Pemberian ulos ini merupakan bentuk dukungan tulang (paman) kepada bere (keponakan) mengingat ibunda RE Nainggolan adalah seorang boru Marbun. “Semoga Tuhan Yang Mahakuasa merestui sehingga cita-cita amangboru RE Nainggolan menjadi pemimpin Sumatera Utara dapat tercapai,” kata Tuan Syekh Ali Marbun, disambut tepuk tangan dari seluruh hadirin.

Bersama RE, turut juga diulosi Walikota Sibolga, Syarfi Hutauruk yang dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan bahwa dirinya menyambut baik dukungan Marga Marbun kepada RE Nainggolan.

“Saya kira dukungan itu tidak saja didasarkan pada hubungan kekerabatan, tetapi karena semua kita yang berada di sini mengerti betul bahwa Pak RE Nainggolan memang tipe pemimpin sejuk, yang sangat dibutuhkan di Sumut, dan kita harapkan dapat memimpin daerah yang kita cintai ini ke arah yang lebih baik,” katanya.

Bagas parsadaan atau rumah persatuan pomparan (keturunan) Toga Marbun sedunia itu sendiri, diresmikan dalam sebuah acara adat di Bakkara, Desa Parmonangan, Kecamatan Bakti Raja, Humbahas,  8-29 Desember lalu.

Ide pembangunan bagas persadaan ini tercetus pada pesta bona taon (awal tahun) Toga Marbun se-Jabodetabek, 25 Maret 2007, di Senayan Jakarta. Peserta yang hadir saat itu, termasuk Syeck Ali Akbar Marbun menggagas bagaimana tercipta kesatuan dan kebersamaan berdasarkan rasa kekeluargaan di antaranya keturunan Toga Marbun. Maka salah satu sarana untuk membersatukan itu adalah dengan mendirikan bagas parsadaan, sebagai tempat berkumpulnya marga-marga keturunan Toga Marbun.

“Saat itu pula disepakati lokasi pembangunan berada di pinggiran Danau Toba, berdekatan dengan tugu Toga Marbun, yaitu kawasan huta (kampung)  asal mula  Toga Marbun, yakni di Bakkara, Desa Parmonangan, Humbahas,” ujar Syekh Ali Akbar Marbun, saat menyampaikan kata sambutan.

Menurutnya, motif pembangunan bagas parsadaan ini sebagai monument hidup, pemersatu keturunan Toga Marbun dimanapun berada, sekaligus menambah situs budaya dan objek wisata.

Gedung bagas parsadaan ini dibangun di atas lahan 1.000 m2, dengan anggaran Rp 2,134 miliar, ditambah biaya peresmian Rp 600 juta. Terdiri dari dua lantai. Lantai I ruang pertemuan, lantai II ruang penginapan.Sumber pendanan berasal dari keluarga Toga Marbun dan donator.

Syeck Ali Akbar Marbun menambahkan, bagas parsadaan ini, selain sebagai tempat pertemuan dan menjalin keharmonisan, juga sebagai tempat menginap bagi para pomparan Toga Marbun yang datang ke Bakkara, pulang ke kampung halaman.

Tampak hadir dalam acara itu, Bupati Humbahas, Maddin Simbolon, Walikota Sibolga, Syarfi Hutauruk, Ketua DPRD Sibolga, Syahlul Situmeang, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Jhonny Allen Marbun, Mayjen TNI Hotma Marbun, Laksma TNI Sulaiman Banjarnahor, Tuan Syekh Ali Akbar Marbun, Wakil Ketua Panita Pembangunan Walter Marbun Lumban Gaol, Ketua Panitia Peresmian Jabonar Marbun Banjar Nahor, Ketua Toga Marbun se-Kota Medan, John Eriman Marbun Lumban Gaol, Ketua Penggalangan Dana Wilayah Medan Harry Marbun, Gregorius Marbun Lumban Batu, Irjen Pol Alpiner Sinaga, dan sejumlah tokoh dan undangan lainnya, terutama dari tiga kelompok marga marbun; Lumbangaol, Banjarnahor, dan Lumbanbatu.

Editor: AGUS UTAMA
(dat06/wol/irwans)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment