Wednesday, 23 February 2011 10:09    PDF Print E-mail
Oknum Polres Nagan Raya palsukan BAP?
Warta
WASPADA ONLINE

MEULABOH - Oknum penyidik Polres Nagan Raya, diduga memalsukan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) dan tandatangan dalam kasus penganiayaan dengan tersangka Abdul Rauf  (50) dan Afandi (24). Meski tidak pernah memeriksa saksi dari kedua terdakwa tersebut, namun penyidik ‘nekad’ membuat BAP palsu.

Hal itu disampaikan Iwan (22), putra Abdul Rauf, pagi ini. Menurutnya, terungkapnya pemalsuan BAP tersebut, berdasarkan sidang dengan agenda pemanggilan saksi yang digelar 16 Februari lalu.

“Saat dipanggil ke siding, saksi Abdul Rauf, yakni M Jalil dan Suardy membantah seluruh isi BAP karena merasa tidak pernah diperiksa penyidik. Mereka juga mengaku kepada hakim tidak pernah menandatangani BAP,” kata Iwan.

Menurut Iwan, pemalsuan itu juga diakui oleh penyidik saat dipanggil ke persidangan oleh majelis hakim yang diketuai Muhtar SH. Iwan mengatakan , sebelumnya BAP atas kasus tersebut pernah ditangani oleh penyidik di Polsek Seunagan Timur. Saat itu, kata Iwan, hanya Polsek Seunagan Timur yang pernah memeriksa M Jalil dan Suardy.

“Anehnya, bukan BAP yang dibuat di Polsek Seunagan Timur yang dilimpahkan ke jaksa tapi BAP palsu yang dibuat penyidik Polres,” katanya. Atas kasus tersebut, kata Iwan, keluarganya berencana menempuh jalur hukum.

Iwan menjelaskan, kasus tersebut berawal dari jual beli tanah seluas 330 hektar oleh Rustam (53), Geuchik Desa Tui Meulesong kecamatan Seunagan Timur kepada perusahaan pertambangan pada November lalu. Saat itu, kata Iwan, Abdul  yang tak adik Rustam melihat ada kecurangan dalam proses penjualan tanah oleh abangnya.

“Sebagai ketua kelompok, ayah protes karena tanah itu banyak pemiliknya. Tapi justru saat dijual yang memiliki tanah tidak mendapat uang dan yang bukan pemilik justru mendapat bagian dari hasil penjualan,” ujarnya.

Kasus tersebut, kata Iwan, berakhir dengan laporan Rustam kepada polisi bahwa Abdul dan Afandy melakukan penganiayaan terhadap kepala desa tersebut. ”Padahal penganiayaan itu tidak pernah terjadi, dia (Rustam) terjatuh sendiri saat menuju tanah yang hendak dijual,” sebutnya.

Sementara dalam persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan, JPU menuntut empat bulan penjara terhadap kedua terdakwa. Usai pembacaan tuntutan, hakim menunda sidang hingga pekan depan.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat04/waspada)

Comments

avatar aswandi
0
 
 
terimakasi waspada karna berita ini telah dimuat supaya tidak terjadi lagi kepada orang lain...?kan kasian orang yang g bersalah dipenjara...?huffh......polisi sekarang mikirin enak dia aja....
B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
Cancel
B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment