Wednesday, 09 May 2012 01:04    PDF Print E-mail
Memaksimalkan fungsi Puskesmas
Opini

WASPADA ONLINE

“Puskesmas harus “menjemput bola”, karena perannya bukan seperti rumah sakit yang menunggu pasien berkunjung, terutama untuk daerah terpencil yang sulit terjangkau seperti wilayah Pantai Barat Mandailing Natal.
 
Tentu saja, keberadaan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) memiliki peran demikian penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Itu jelas. Bahkan, Puskesmas menjadi sarana kesehatan terdepan memberikan pelayanan kesehatan dasar.
Jika ditelaah, Puskesmas mempunyai fungsi utama menjalankan upaya pelayanan kesehatan menanggulangi masalah bersifat kesehatan perorangan maupun masyarakat dalam suatu lingkup wilayah tertentu. Nah, derajat kesehatan pada suatu wilayah tertentu secara terukur merupakan kewajiban Puskesmas membenahinya. Hal ini tentu dapat diupayakan dengan berbagai program kesehatan wajib dan pengembangan di Puskesmas.

Tetapi harus diakui, terkadang berbagai program dan upaya kesehatan yang telah ada dan dikembangkan Puskesmas masih perlu dilakukan berbagai pembenahan agar pelayanan kesehatan di Puskesmas mampu memberi kontribusi maksimal, khususnya menanggulangi masalah kesehatan masyarakat. Toh, berbagai keluhan sering terdengar karena pelayanan yang dinilai kurang memuaskan.

Karena itu, dianggap perlu melakukan serangkaian pembenahan agar keberadaan Puskesmas mampu memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Untuk mengetahui lebih banyak tentang urgensi Puskesmas, inilah perbincangan Irham Hagabean Nasution (IHN) dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal dr. Tengku Amri Fadli (TAF) yang dihubungi melalui sambungan telefon dari Medan ke Panyabungan, kemarin.
 
IHN: Sering terdengar keluhan masyarakat yang menilai pelayanan Puskesmas kurang maksimal. Pendapat Anda?

TAF: Terus terang, memaksimalkan fungsi Puskesmas, ini merupakan sebuah  tantangan. Namun, upaya memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya yang merupakan fungsi pokok Puskesmas, harus dilaksanakan dengan mengutamakan prinsip-prinsip non-diskriminatif, partisipatif dan berkelanjutan. Artinya, kita harus membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat tanpa kecuali untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Dalam kaitannya dengan percepatan pembangunan kesehatan di Kab. Mandailing Natal (Madina) yang merupakan tanggungjawab pemerintah daerah, wajib diupayakan secara berkesinambungan, berbasis masyarakat dengan mengutamakan upaya pereventif, promotif, tanpa harus mengabaikan upaya rehabilitatif dan kuratif.

Selama ini sektor kesehatan masih sering kita anggap ongkos, bukan investasi. Maka, kita terlambat mengangkat masyarakat menjadi sumber daya manusia unggul produktif karena tidak menyemai hidup sehat, malah yang dituai masyarakat rentan sakit, dan cenderung tidak diberdayakan menjadi sehat.
      
IHN: Bagaimana caranya?
TAF: Puskesmas harus “menjemput bola”, karena perannya bukan seperti rumah sakit yang menunggu pasien berkunjung, terutama untuk daerah terpencil yang sulit terjangkau seperti wilayah Pantai Barat Mandailing Natal. Puskesmas harus lebih mendekat ke masyarakat.
Bila masyarakat tidak dibina, mereka rentan sakit. Misalnya: diare, malaria dan lain-lain. Nah, agar masyarakat lebih sehat, lebih dari 10 program preventif, promotif dan rehabilitatif harus dijalankan. Pengobatan cuma satu dari 10 program dengan target agar masyarakat tak sakit.
Untuk mendekatkan Puskesmas kepada masyarakat, kita memanfaatkan segala potensi yang dimiliki, kemudian kita kembangkan program-program dan kegiatan yang terintegrasi dengan rencana pembangunan daerah; baik pembangunan jangka panjang, jangka menengah, maupun program pembangunan jangka pendek.
Dengan kata lain, kita mengupayakan Kab. Madina yang berpenduduk sekira 404.945 jiwa dan tersebar di 395 desa/kelurahan dalam 23 wilayah kecamatan, dapat ter-cover permasalahan kesehatannya melalui 26 Puskesmas, 58 Puskesmas Pembantu dan 145 Poskesdes yang kita miliki.
      
IHN: Berarti, memaksimalkan fungsi Puskesmas, termasuk di Madina, merupakan tugas berat?
TAF: Memang. Ini bukan perkara mudah. Butuh proses dan tahapan yang sistematis dan menyeluruh, mulai dari pembehahan SDM dan ketenagaan kesehatan, sistem manajemen Puskesmas, dan pembenahan sarana dan prasarana serta infrastruktur kesehatan, yang semuanya bermuara pada pencapaian visi dan misi pembangunan kesehatan. Inilah yang harus kita urai dan jabarkan secara keseluruhan, sehingga kita bisa menemukan benang merah permasalahan kesehatan yang ada dan memiliki solusi yang tepat.      
 
IHN: Maksudnya?
TAF: Harus difahami, masih terdapat beberapa permasalahan yang harus diselesaikan. Dari hasil supervisi yang saya lakukan beserta tim terhadap 26 Puskesmas dalam dua bulan belakangan ini, beberapa masalah yang ada antara lain: visi dan misi serta fungsi Puskesmas belum terintegrasi dengan visi dan misi pembangunan kesehatan daerah, Puskesmas terkesan hanya melaksanakan tugas dan fungsinya secara umum dan terkesan kurang terarah.

Kemudian, sistem manajemen Puskesmas dengan berlakunya prinsip otonomi masih perlu disesuaikan. Bahkan terlihat Puskesmas dan daerah tidak memiliki keleluasaan menetapkan kebijakan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, yang tentu saja dinilai tidak sesuai lagi dengan era desentralisasi.

Saya juga melihat masih kurang memadainya kemampuan manajerial para kepala Puskesmas, ketersediaan sarana dan prasarana serta infrastruktur yang belum memadai, serta masalah ketersedian SDM/ketenagaan kesehatan baik medis, paramedis dan teknis yang belum mencukupi. Tentunya, melihat kondisi ini, kita akan membenahi satu per satu, sehingga kita harapkan pada tahun-tahun mendatang kita lebih siap, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat yang sebenar-besarnya dari Puskesmas.
      
IHN: Menurut Anda, yang mana yang lebih dulu dibenahi?
RAF: Terus terang, seperti yang telah disampaikan, serta berdasarkan laporan kinerja Puskesmas yang ada, persoalan manajemen pada Puskesmas belum berjalan maksimal, dan inilah yang menjadi prioritas utama kita saat ini.
 Seperti yang saya ketahui, pelaksanaan fungsi-fungsi seperti perencanaan tingkat Puskesmas, pelaksanaan upaya pokok dan upaya pengembangan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Puskesmas serta upaya pengendalian, tidak berjalan seperti seharusnya. Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan dan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan seperti tidak mampu menjabarkan rencana strategis pembangunan kesehatan daerah dengan maksimal.
 
IHN: Berarti, fungsi Puskesmas berkorelasi dengan mewujudkan visi dan misi pembangunan?
TAF: Tentu, sebagaimana diamanahkan Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, kesehatan adalah hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dalam upaya mewujudkan hak asasi tersebut berupaya mendekatkan dan mebuka akses seluas mungkin kepada masyarakat tanpa memandang suku, agama, ras dan golongan. Artinya, semua berhak mendapatkan perlakuan dan pelayanan kesehatan yang sama. Tentunya yang memberikan pelayanan dan perlakuan kesehatan tersebut merupakan tugas pokok dan fungsi Puskesmas.
       
IHN: Apalagi, fokus pembangunan Pemkab Madina saat ini salah satunya pembangunan bidang kesehatan.
TAF: Benar, prioritas dan fokus pembangunan saat ini di Kab. Madina salah satunya pembangunan bidang kesehatan. Tentu, upaya ini menjadi tanggungjawab Dinas Kesehatan beserta segenap UPTD-nya. Sampai saat ini telah dilakukan berbagai upaya.

Dalam hal peningkatan pelayanan kesehatan, khususnya pada Puskesmas Perawatan, telah kita buka setiap hari 24 jam. Tentunya, ini didukung komitmen pengalokasian maksimal dari APBD Tahun 2012 untuk petugas medis dan paramedis yang ada.

Selain itu, sedang kita upayakan pelayanan medis spesialistik (seperti spesialis anak, spesialis obgyn dan lain-lain), sehingga dapat dirasakan masyarakat di beberapa Puskesmas Perawatan yang ada. Kemudian, pembenahan manajemen melalui penempatan SDM kesehatan yang memiliki kemampuan manajemen yang mumpuni, sehingga tidak terkendala dalam penjabaran fungsi-fungsi Puskesmas yang terintegrasi dengan visi dan misi pembangunan kesehatan.

Juga dilakukan pengembangan program-program pokok dan bersumberdaya masyarakat serta mengadopsi kearifan lokal, yang dijadikan ciri kekhususan dari Puskesmas dengan tetap menganut prioritas upaya kesehatan promotif dan preventif, serta meningkatkan pelayanan kuratif dan rehabilitatif.
 
IHN: Ada yang salah dari kebiasaan masyarakat?
TAF: Kepada masyarakat, khususnya di Kab. Madina tetap kita berharap, memelihara dan menjaga perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya prioritas yang harus dibudayakan, sehingga kita berharap fungsi-fungsi Puskesmas lebih fokus kepada upaya preventif dan rehabilitatif.

Namun sebagai upaya kita untuk mendekatkan dan membuka akses pelayanan kesehatan dasar seluas-luasnya yang bersifat kuratif dan rehabilitatif, setiap hari kerja baik di Puskesmas Perawatan dan Non Perawatan, kita memiliki petugas yang siap melayani. Karena itu masyarakat tidak perlu ragu untuk datang, baik itu melakuakan pemerikasaan kesehatan, pengobatan maupun konsultasi masalah kesehatan yang mereka hadapi.

Jika ada kendala dan keluhan yang terdapat terkait pelayanan dan fungsi Puskesmas, kita sangat terbuka untuk menerima kritik, saran dan masukan dari berbagai pihak yang intinya mengarah pada pelayanan kesehatan di Kab. Madina yang lebih baik, sehingga dapat mempercepat pencapaian visi dan misi pembangunan kesehatan.
(dat03/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment